Follow me on Twitter RSS FEED

Chapter 38

Posted in
" Tolong . . "

Dari arah tebing itu , muncul seorang perempuan . Tampaknya dia telah dikejar-kejar oleh sesuatu .
Melihatnya , Juki pun lagsung berlari mendekatinya

" MyChan ! Akhirnya ketemu juga " Serunya sambil mendekatinya . Begitu dia tiba di hadapannya , tiba-tiba tubuh cewe itu ambruk dan menimpa Juki . Chansey terkejut melihatnya , dan langsung berlari mendekatinya

" Chan , lo knapa chan ? " Serunya sambil menggoyang-goyangkan tubuh temannya itu , tapi tetap tak ada reaksi .
Melihat kondisi seperti itu , membuat mereka semua pun mengelilingi Juki

" Coba kulihat " Ujar Iza sambil mengusap tangannya dan memunculkan sinar putih yang langsung mengelilingi tubuh MyChan . Tak lama kemudian , Iza tampak kebingungan .

" Ada apa za ? " Tanya Juki heran

" Dia menderita luka dalam yang cukup parah , aku tak yakin mampu untuk mengobatinya " Jawabnya pelan .

" Cobalah untuk mengobatinya , tolong ! Sembuhkan dia ! " Ujar Chansey sambil menarik lengan Iza . Melihat itu , Coco langsung menarik mundur Chansey .

" Aku akan mencoba semampu yang kubisa " Sahut Iza ragu .
Tiba-tiba , Satria berbalik dan tampak meluncurkan bola api ke arah MyChan datang. Melihat itu , tentu saja teman-temannya bingung melihatnya .

" Ada apa sat ? " Tanya Reihn heran

" Gue ngerasa ada yang ngeliatin kita dari sana " Jawabnya .

Mendengar itu , Vigo dan Luwhiie yang kebetulan letaknya paling dekat ke arah itu pun , mendekatinya dan membuka semak-semak yang sebagian telah terbakar .
Tak ada seorang pun disana .

" Ga ada tuh sat " Ujar Vigo heran .

" Ke geeran doang kali " Timpal Phil lagi .

" Tapi gue ngerasa feeling ga enak tadi disana " Sahut Satria lagi .

Selama teman-temannya berdebat , terlihat Nao mendekati lokasi itu dan berjongkok untuk mengamatinya

" Mungkin dia benar " Ujar Nao , membuat teman-temannya pun langsung melihatnya .

" Bagaimana kau tahu itu ? " Tanya Netha sambil mendekati Nao

Nao memperlihatkan sebuah daun yang berukuran cukup besar . Tampak ada bekas pijakan sepatu disana . Melihat itu , suasana pun kembali menjadi hening

" Gue makin ngerasa ga enak aja nih " Ujar Celesta sambil menggigil . Sementara Kazuhiro hanya menggaruk kepalanya .

" Jahatnya , begitukah cara kalian menyambut tamu? "

Tiba - tiba , terdengar suara yang tak jelas darimana asalnya , membuat semuanya pun langsung bersiap siaga dan memasang posisi . Mereka tampak mengelilingi Iza yang tengah mengobati MyChan.

" Siapa itu ? " Seru Satria sambil memandangi sekelilingnya

" Kalau ingin temanmu itu sembuh , sebaiknya gunakan obat ini " Sahut suara itu lagi .
Tak lama kemudian , terlihat ada sebuah botol terlempar dari arah selatan yang langsung ditangkap leh Netha . Botol itu tampak berwarna kebiruan .

" Kau kira bisa menipu kami ? " Seru Celeste .

" Tidak , mungkin dia memang benar " Ujar Mariposa sambil memegangi botol itu ,

" Bagaimana kau tahu Mar ? " Tanya Kazuhiro tak percaya

" Aku tau obat ini . Aku pernah mempelajarinya dulu waktu aku dan Netha berada di desa Petir . Lo ingat ga ? " Tanya Mariposa sambil menyerahkan botol itu kepada Netha . Netha menerimanya dan mengamatinya .

" Oh iya , inikan obat langka yang katanya hanya di desa petir . " Serunya sambil menjentikkan jari . Mariposa mengangguk

" Jadi , kita bisa menggunakannya ? " Tanya Juki . Mariposa dan Netha mengangguk .

" Cobalah " Ujar Netha sambil melemparkannya kepada Juki . Juki menangkapnya dan meminumkannya kepada MyChan . Sesekali tangannya terlihat gemetaran , mungkin karena dia masih ragu tentang khasiat obat itu . Tak lama , terlihat MyChan terbatuk kecil .

" Untunglah " seru Chansey sambil memeluk MyChan

Sejenak , suasana mulai kembali normal , karena melihat kondisi MyChan yang mulai membaik .
Tetapi , suasana itu tak bertahan lama , karena tiba-tiba muncullah seseorang yang menggunakan jubah turun di antara mereka .
Melihat itu , mereka pun refleks menjauh sambil tetap memasang posisi .

" Siapa kau ? " Seru Juki . Orang itu tertawa .

" Kayanya gue emang benar-benar dilupain " keluh orang itu sambil mengangkat tudung kepalanya . Melihat itu , suasana pun menjadi hening .

" Bima ? " Seru Reihn , tak percaya 

Chapter 37

Posted in
Pepohonan tempat sumber suara itu pun bergerak . Semakin lama semakin kuat , hingga muncul seseorang memakai baju mata-mata dengan membawa sebuah kipas . Melihat kipas itu , muka Kazuhiko pun memucat .

" Mata-mata ? " Ujar Netha heran .

" Tunggu apalagi ? Ayo cepat serang dia ! " Seru Phil

" Cepat menyingkir dari sini ! " Seru Kazuhiko mencegah teman-temannya .

Namun , tampaknya ucapan Kazuhiko itu percuma , karena mata-mata itu sudah mengangkat kipasnya dan bersiap untuk mengayunkannya . Melihat itu , Kazuhiko pun segera membisikkan sesuatu kepada Aitor . Aitor yang semula keheranan , lalu mencoba untuk mengangguk . Dia pun mengarahkan tangannya ke belakang .

Tak lama kemudian , kipas itu pun terayun , mengakibatkan serangan angin yang cukup kuat , sehingga membuat pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi roboh . Sementara yang lainnya tampak berusaha untuk tetap berdiri dengan tegap karena angin yang ditimbulkan cukup untuk membuat mereka goyah .

" Anginnya terlalu kencang ! Aku tak bisa berjalan ! " Seru Nao sambil memegangi Kazuhiro dan Celeste . Mereka bertiga , begitu juga dengan yang lainnya , kelihatannya berusaha mati-matian untuk tetap berdiri .

Seakan belum puas , mata-mata itu pun kembali mengangkat kipasnya dan mengayunkannya kembali . Terasa tiupan angin itu semakin kencang , mengakibatkan beberapa pohon berterbangan di udara . Reihn yang ngeri melihat pemandangan itu hanya bisa bersembunyi di belakang Satria , sementara Mariposa hanya terdiam sambil memegangi lengan Netha .
Tetapi , semakin lama , hembusan angin itu terasa semakin tidak wajar , karena semakin kencang , mengakibatkan Nao mulai melayang terbawa angin .

" Gawat ! Nao ! " Seru Celesta panik melihat Nao mulai terbang terbawa angin . Celeste yang kebetulan saat itu tengah berada di dekatnya pun langsung memegangi tangannya untuk menariknya kembali . Tetapi dia juga justru ikut terbang terbawa .

" Bah , kok lo malah jadi ikutan melayang ! " Seru Kazuhiro sambil memegangi lengan Celeste .

" Percuma ! " Seru Kazuhiko . Netha menoleh kepadanya dengan tatapan heran .

" Maksudmu ? " Tanyanya lagi .

Belum sempat Kazuhiko menjawabnya , mata-mata itu sepertinya akan mengayunkan kipasnya lagi . Menyadari kalau tak mungkin untuk menghindar ataupun menyerangnya , Satria pun berbalik arah dan berteriak .

" Semuanya , berpegangan ! " Seru Satria sambil memegang lengan Reihn dan Phil .

Tak lama setelah Satria berkata demikian , hembusan angin yang lebih kuat pun datang , mengakibatkan mereka semua terbawa oleh hembusan angin .

" Sekarang ! " Seru Kazuhiko kepada Aitor . Aitor pun langsung mengepalkan tangannya dan mengarahkannya ke belakang . Terbentuklah jaring-jaring raksasa yang melilit beberapa pohon besar yang masih tetap tegak berdiri . Karena ukurannya yang cukup besar , membuat semuanya langsung mendarat di jaring-jaring itu . Sementara Kazuhiko pun mengucapkan semacam mantra , mengakibatkan lubang-lubang jaring buatan Aitor pun menjadi mengecil , sehingga mirip seperti sebuah kain . Melihat semua itu, Juki pun menjentikkan jarinya .

" Aku mengerti ! " Seru Juki sambil memegang telapak tangan kirinya seakan sedang berdoa , lalu terasa sebuah aura yang cukup menusuk keluar di sekelilingnya , dan terlihat ada aura berwarna merah mengelilingi kedua tangannya . Lalu , dia pun mengayunkan kedua tangannya ke belakang , lalu kembali mengayunkannya kembali ke depan dengan cepat , mengakibatkan terjadi hembusan angin yang bertolak belakang dengan arah dari hembusan yang dibuat oleh mata-mata itu .

Karena hembusannya cukup kuat , mengakibatkan mereka semua pun kembali terlempar ke arah depan , mengabaikan mata-mata yang tampaknya kesal melihat mereka bisa melewati dia .
Mereka pun tetap terbang dan dengan sekejap , melewati hutan itu dengan mudah .

" Jadi trampolin ? hebat juga ide lo Kazu " Puji Aitor sambil memegangi lengan Mariposa dan Neo . Kazuhiko hanya tertawa .

" Baiklah , gue akuin ide lo emang hebat , tapi sekarang bisa jelaskan bagaimana caranya kita mendarat di batu-batu itu ? " Ujar Netha sambil menunjuk ke arah depan .
Tampak ada kumpulan tebing batu curam di hadapan mereka . Melihat itu , suasana yang tadinya tenang menjadi kembali gaduh .

" Ya ampun , gue belum mau mati muda ! " Seru Coco panik .

" Gak lucu nih , kalo kita masuk koran dengan tulisan " MATI KONYOL KARENA BERTABRAKAN DENGAN TEBING " Seru Gen tak kalah paniknya .

" Gue rasa itu lebih baik , karena kenyataanya kita akn MENDARAT dan bukan BERTABRAKAN " Seru Luwhiie sambil menoleh ke bawah .

Tak lama setelah Luwhiie berkata demikian , terasa hembusan angin yang tadi membawa mereka pun menghilang , membuat mereka pun terjun bebas .

" Ampun , gue masih mau hidup ! " Seru Neo yang tampaknya sudah mulai kehilangan ketenangannya.

" Mar , bantu gue ! " Seru Nelve sambil menarik lengan Mariposa , lalu membisikkan sesuatu . Tak lama setelah itu , meski ragu , Mariposa pun mengangguk .

" Siap ? " Ujar Nelve . Mariposa kembali mengangguk .

" Kalian mau apa ? " Tanya Vig heran , tetapi tak dihiraukan oleh mereka berdua .

" Sekarang ! " Seru Nelve . Dia pun langsung mengarahkan tangannya ke semua arah , mengakibatkan semuanya berada di dalam suatu tudung pelindung, kecuali Mariposa. Sementara itu, Mariposa langsung memutar tubuhnya searah jarum jam , mengakibatkan ada hembusan angin yg cukup kuat darinya dan membuat pelindung milik Nelve melayang pelan di atasnya .
Lalu , perlahan tapi pasti , mereka pun mendarat dengan selamat di antara tumpukan bebatuan curam itu.
Melihat hal itu , mereka semua pun bersorak gembira .

" Syukurlah , karena gue masih belum punya niat buat mati " Ujar Juki sambil menghela nafas lega .

Namun , suasana itu tampaknya diusik oleh sebuah suara dari arah tebing batu yg lain . Mendengar itu , mereka semua pun langsung memasang posisi.

" Lagi ? Astaga " Keluh Vigo sambil mempersiapkan senjatanya .

" Siapa itu ? ' Seru Juki sambil memberi isyarat kepada Netha untuk berada di sampingnya .
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Chapter 36

Posted in
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tak lama setelah Chansey berkata demikian , terasa hawa dingin mulai menusuk di sana .
membuat Coco dan Luwhiie menggigil kedinginan, Reihn memegangi lengannya , Vigo merapatkan jaketnya , sementara Nelve dan Chansey saling duduk berdekatan untuk menghilangkan rasa dingin .

" Nih kenapa lagi kok tiba-tiba hawanya bikin gue masuk angin " Ujar Coco sambil menggosok kedua tangannya .

" Lihat saja , " Sahut Kazuhiro sambil menunjuk ke arah samping kiri pohon itu .
Tak lama kemudian , terdengar suara berisik dan gemuruh seperti suara batang pohon yang berjatuhan , lalu terlihat ada sebongkah es besar disana , setelah menumbangkan beberapa pohon yang menghalanginya . Coco menyipitkan matanya , mencoba memastikan pandangannya .

" Rasanya gue kenal sama es itu " Ujar Coco lagi .

Tak lama setelah Coco berkata demikian , terlihat ada Gen dan Netha yang keluar dari tumpukan ranting pohon yang menutupi es itu .

" Gen ! Netha ! " Seru Vigo . Dari kejauhan , mereka hanya menanggapi panggilan Vigo dengan lambaian tangan , sebelum mereka sibuk membersihkan ranting pohon lalu membantu bangun yang lainnya .

" Wah , parah lo gen , tindakan lo ini bener-bener ga cinta bumi banget " Ujar Coco sambil memandangi ranting-ranting dan batang pepohonan yang bergelimpangan disekitar bongkahan es raksasa ciptaan Gen . Dia hanya tertawa

" Toh ga gue giniin pun , mereka pasti bakalan jatuh duluan untuk ngehambat perjalanan , jadi daripada  kelamaan , mending gue rubuhin aja semuanya skalian " Sahut Gen disela-sela tawanya .
Coco hanya menggelengkan kepalanya . Netha hanya melihat sekitar , dan menghitung berapa orang yang telah berkumpul disana .

" Berarti ,kurang kelompoknya si Satria saja ya yang belum ada " gumam Netha sambil memegangi dagunya .

" Iya , dia dimana ya " sahut Reihn sambil menggaruk kepalanya .

" Gue juga heran , harusnya mereka ga bakalan selama ini " Tambah Kazuhiro .

" Atau mungkin ada apa-apa dengan mereka ? " Ujar Phil ragu , membuat semua teman-temannya menoleh ke arahnya .

" Jangan ngomong gitu deh , bikin tambah surem suasana aja " Sahut Coco kesal .

" Hei apa itu ? " Seru Luwhiie sambil menunjuk ke atas

Mendengar itu , mereka pun serempak mendongakkan kepalanya ke atas . Terlihat ada sesuatu yang turun dari langit . Entahlah , seperti bola ? Tapi kok lebih lonjong ya ? Kalau hujan pun tak mungkin , karena tetesan air tak mungkin sebesar itu .
Melihat itu , mereka pun ribut menerka-nerka benda apakah itu .

" Batu ? " Ujar Coco . Teman-temannya menggelengkan kepalanya tanda tak setuju

" Monster ? " Ujar Phil , membuat teman-temannya terdiam tuk sesaat .

" Bisa jadi , siapkan senjata kalian ! " Ujar Vigo . Namun saat mereka akan bersiap -siap , tampak Kazuhiko dan Celesta tetap diam dan menatap ke atas .

" Kalian mau bengong sampai kapan ? Buruan siapkan senjata ! " Seru Luwhiie heran . Celesta dan Kazuhiko hanya saling berpandangan

" Hah ? buat apaan ? " Tanya Kazuhiko heran .

" Bisa saja itu musuh kan ! " Seru Mariposa kesal .

" Kalian gila ? Bukannya itu Juki ? " Ujar Celesta tak kalah kesal , membuat teman-temannya terdiam , lalu kembali menoleh ke atas .
Samar-samar , terdengar suara jeritan seseorang .

" Astaga ! Itu memang mereka ! " Seru Reihn terkejut .

" Siapkan jaring , atau apa saja ! " Seru Coco panik .

" Tak perlu , kalian tangkap saja mereka satu-satu ! " Seru Kazuhiro . Coco sempat ingin memprotes , tetapi sebelum dia sempat mengatakannya , dia sudah ditimpa oleh Celeste yang telah terjun bebas dari atas sana .
Sementara itu , tampak Vigo berhasil menangkap Neo , walau akhirnya ditimpa juga oleh Nao , Luwhiie dan Celesta berhasil menangkap Juki tanpa terjatuh , Netha berhasil menangkap Aitor , sementara Satria terjatuh dengan bebas tanpa ada seorang pun yang menangkapnya .

" Duh pembunuhan masal ini namanya " Keluh Coco . Celeste pun buru-buru terbangun dan membantu Coco bangun .

" Sial , gue g ada yang bantuin " Keluh Satria , yang langsung dibantu bangun oleh Netha

" Kalian , mengapa bisa seperti ini ? " Tanya Netha heran .

Sebelum Satria akan menjawabnya , tampak terdengar suara gemerisik dari arah hutan , membuat mereka langsung memasang posisi

" Siapa itu ? " Seru Neo sambil mendorong Mariposa agar segera berada di belakangnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Chapter 35

Posted in
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Terlihat Vigo , Kazuhiro dan Nelve tengah mati-matian berlari menembus kegelapan . Suara gemerisik dari belakang ditambah suara pohon yang tiba-tiba terjatuh pun semakin menambah ketegangan mereka .

" Masih jauhkah ? " Tanya Nelve sambil melompati batang pohon yang baru saja jatuh di hadapannya .

" Harusnya sudah tak lama lagi " Seru Vigo sambil menendang batang pohon yang baru saja dilewati Nelve ke arah belakang , lalu menarik lengan Nelve dan Kazuhiro untuk mempercepat langkah mereka .

" Tangan gue uda gatel pengen ngehajar mereka " Gumam Kazuhiro sambil meremas tangannya .

" Gue juga uda lama ga liat lo tanding Hiro , biasanya lo mah stand by di laptop mulu sih " Ujar Vigo .

" Lihat saja nanti " Ujar Kazuhiro sambil tersenyum misterius .

" Hei lihat ! Apa itu pohon yang kau maksud Hiro ? " Seru Nelve sambil menunjuk ke arah depan .

Mendengar hal itu , mereka berdua pun refleks menoleh ke sana . Tampak ada seberkas cahaya terang yang mencoba menembus hutan gelap yang kini tengah mereka tempati sekarang . Melihat itu , mata Kazuhiro pun menjadi berbinar-binar .

" Ya tak salah lagi ! Ayo cepat ! " Serunya sambil menarik lengan Vigo dan Nelve . Tampak dia sangat antusias , mungkin sudah tak sabar untuk memukuli musuh ?
Terdengar Vigo beberapa kali mengaduh kesakitan karena kakinya beberapa kali membentur akar-akar pohon . Dia sempat protes kepada Kazuhiro , tetapi sepertinya hal itu percuma , karena dia tengah fokus ke arah depan .

" Hiro , awas depan ! " Seru Vigo panik ,
Terlihat ada sebuah batang pohon tua yang cukup besar turun . Dilihat dari ukurannya , sepertinya tidak mungkin untuk menendangnya seperti batang pohon yang baru saja dia tendang tadi .
Melihat itu , Nelve pun langsung mengarahkan tangan kirinya ke atas dan memunculkan sebuah pelindung . Batang pohon itu tampak mengenai pelindung Nelve dnegan cukup kuat , sehingga menimbulkan retakan kecil .

" Nelve , gue ga yakin tentang hal ini " Ujar Vigo panik . Nelve tersenyum mendengarnya

" Lihat dulu baru komentar " Sahut Nelve sambil tersenyum . Tampak dia mengayunkan tangannya dan mengakibatkan pelindung itu menghilang , dan melontarkan batang pohon itu jauh ke tempat lain .

" Keren ! Darimana lu mempelajarinya Nelve ? " Puji Vigo . Nelve tertawa

" Baru-baru ini sih , udahlah , ayo cepat ! Musuh-musuh itu sudah semakin mendekat ! " Ujar Nelve . Kazuhiro pun kembali menarik lengan mereka berdua dan kembali berlari gila-gilaan , hingga akhirnya mereka bertiga melompat menuju ke arah cahaya itu .

" Akhirnya kita ngelihat cahaya juga " Ujar Vigo sambil menghela nafas lega

" Jangan senang dulu , lihat itu " Sahut Nelve sambil menunjuk ke arah hutan .
Tampak ada segerombol kelelawar yang muncul dalam jumlah yang sangat banyak .
Melihat jumlah kelelawar yang sangat tak masuk akal itu , nyali siapapun pasti akan langsung menciut .

" Jadi daritadi kita kejar-kejaran sama kelelawar dengan jumlah sebanyak itu ? " Seru Vigo shock .

" Lalu bagaimana ini ? Tenaga ku masih belum pulih sepenuhnya " Sergah Nelve tak kalah panik .

" Tenanglah , mereka tak akan bisa mengikuti kita sampai ke sini " Ujar Kazuhiro tenang .

" Apa maksudmu ? " Tanya Vigo tak mengerti . Kazuhiro hanya menunjuk ke arah gerombolan kelelawar itu berada . Ketika mereka hampir menembus cahaya itu , tampak tubuh mereka langsung hancur menjadi debu . Melihat temannya menjadi debu , kelelawar yang lainnya pun segera berbalik arah dan kembali ke dalam gelapnya hutan itu .

Melihat hal itu , Nelve dan Vigo pun kembali menghela nafas lega , dan langsung terduduk lemas .

" Berarti sekarang kita bisa lega " Ujar Vigo sambil tiduran di bawah pohon itu .

Sejenak , mereka pun bersantai disana . Nelve pun memandang ke sekeliling . Tampak suasana disini sangat berbeda dengan hutan yang tadi mereka lewati .
Hawanya sangat sejuk , dan penuh dengan cahaya . Ada beberapa burung berkicau dan mengelilingi pohon itu .
Agak aneh memang , karena kalau di tepi pohon itu suasananya sangat kelam dan suram , disini justru sebaliknya . Sangat terang dan hangat , membuat siapapun pasti akan betah berada di sana .

" Disini kayanya nyaman banget ya " Ujar Vigo sambil memainkan burung-burung yang kini mulai memutarinya .

" Tentu saja , karena inilah satu-satunya tempat yang tak bisa dimasukin oleh para warga desa petir " Ujar Kazuhiro . Vigo dan Nelve pun menoleh dengan penuh rasa heran , karena tak mengerti oleh ucapannya .

" Maksud lo ? " Tanya Vigo tak mengerti

" Mending gue lanjutin nanti , karena sebentar lagi bakalan ada tamu " Ujar Kazuhiro sambil beranjak dari tempat duduknya .

Tak lama kemudian , terdengar suara ledakan yang cukup hebat , dan suara teriakan . Mendengar itu , mereka pun refleks menoleh ke arah sumber suara .
Terlihat , Coco dan Luwhiie terlempar dari arah hutan , sementara Reihn dan Chansey sempat berpegangan sehingga mereka tak terlempar cukup jauh seperti yang dialami oleh Coco dan Luwhiie .
Coco pun dengan sukses menabrak Vigo , sementara Luwhiie mendarat di pelindung yang dibuat oleh Nelve .

" Ledakan yang hebat Co ! " Seru Kazuhiro sambil memberikan jempolnya . Coco meringis .

" Lu ini sebenarnya muji gue ato apaan ? " Ujarnya . Kazuhiro hanya tertawa .

" Sebelum kita berdebat , lebih baik lo liat siapa yg lagi lo timpa Co " Ujar Kazuhiro sambil menunjuk ke bawah . Coco pun menoleh . Dia pun langsung melompat berdiri dan membatu Vigo untuk berdiri

" Sori banget vig ! Gue ga ngeliat lo tadi " Ujar Coco . Vigo hanya terdiam sambil memegangi kepalanya . Sepertinya dia masih lelah setelah berlari-lari menembus semak-semak tadi .

" Coba gue ga pusing co , udah gue lumat lo daritadi " Dumel Vigo kesal . sementara Coco hanya meringis .

" Mana yang lain ? " Tanya Reihn setelah duduk di samping Nelve bersama Chansey .

" Entahla h , mungkin sedang dalam perjalanan " Jawab Nelve sambil membantu Luwhiie bangun .

" Semoga saja mereka selamat " gumam Chansey penuh harap
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Chapter 34

Posted in
" Dimana jalan keluarnya ? "

" Tetap terus saja , susuri jalan ini sampai menemui sebuah pohon cemara besar ! "

" Kau yakin ini jalannya ? "

" Tentu saja , karena gue sudah mengeceknya melalui satelit ! "

Di tengah rimbunnya semak-semak , tampak Nelve , Kazuhiro , dan Vigo berlarian dengan tergesa-gesa . Mereka seakan-akan tengah diburu oleh sesuatu , karena di belakang mereka terdengar suara gemerisik yang cepat mengejar mereka .
Tetapi karena hutan itu terlalu gelap , mereka tak bisa memastikan siapakah yang mengejar mereka saat itu , dan hanya bisa berlari menghindarinya sampai menemukan cahaya untuk memastikan musuh yang tengah mengejar mereka sekarang .

" Bagaimana dengan yang lainnya ? Aku tak melihat Iza dan siapapun disini ! " Tanya Nelve sambil berlari

" Entahlah , tetapi semoga mereka selamat " Jawab Vigo penuh harap .
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lho ? Mengapa tiba-tiba ceritanya bisa seperti ini ?
Begini cerita awalnya

Ketika Phil , Neo dan Luwhiie berada di depan , tiba-tiba saja dari arah semak-semak itu terlihat ada sebuah bola besar yang meluncur . Ketika Nelve berada di depan dan menangkisnya , justru membuat bol itu meledak dan menimbulkan kepulan asap hitam pekat , yang membuat mereka semua berpencar seperti saat ini .
Untunglah sebelum mereka terpisah , Kazuhiro sempat mengatakan agar untuk bertemu lagi di sebuah pohon Cemara tua di pinggir hutan .

Tak jauh dari tempat Nelve dkk berada , terdengar suara ledakan .
Rupanya , ledakan itu berasal dari bom buatan Coco .
Sambil menutupi matanya dari kepulan asap , dia menggandeng erat lengan Chansey yang berada di sampingnya .

" Sudahlah co , lebih baik kita pergi menuju pohon Cemara itu ! " Ajak Luwhiie sambil menariknya pergi.

Dibelakang Coco, Chansey, Reihn dan Luwhiie , tampak ada segerombol besar kelelawar tengah mengejar mereka . Sesekali , Luwhiie tampak melemparkan bomnya kebelakang karena merasakan kalau kelelawar itu hampir mengejarnya , mengakibatkan ada jarak antara dia dengan Coco juga Chansey ,sehingga sulit untuk mereka agar bisa tetap bersama .

" Gue bakalan berhenti , kalo lo juga berhenti ngelempar bom elo ke belakang ! " Seru Coco sambil menarik Chansey untuk menghindari lemparan bom Luwhiie yang langsung mengenai telak seekor kelelawar yang hampir menggigitnya .

" Oke oke , gue bakalan berhenti , tapi yang pasti , ayo cepat kita keluar dari hutan ini ! " Seru Luwhiie lagi sambil melemparkan bomnya kedepan untuk menghilangkan sebuah batang pohon tua yang baru saja rubuh dan menghalangi jalan mereka .

" Bisa berhenti bertengkar ? Situasi lagi gawat tau ! " Seru Reihn kesal

" Suasana disini mengerikan , aku tak tahan lama-lama disini " Gumam Chansey ketakutan .

" Lalu bagaimana kau bisa disini bersama MyChan ? " Tanya Coco heran .

" Ceritanya nanti saja " Jawab Chansey pendek .
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selang beberapa kilometer dari sana , terasa ada aura dingin menusuk disana , walau auranya tak seperti aura hutan ini .
Tak lama kemudian , terlihat ada sebongkah es meluncur dan melenyapkan kelelawar-kelelawar yang tengah berterbangan di sekitar sana , walau tak mengenai semuanya , karena masih ada banyak sekali kelelawar yang menghalangi mereka semua.

" Gen , kau terlalu banyak memakai tenaga , tenanglah sedikit " Ujar Netha . Gen mebgusap keringatnya

" Mau bagaimana lagi ? Kalau tidak begini , maka kita tidak akan bisa melintas " Jawabnya

" Menyingkir ! "

Dari arah belakang , tampak ada bayangan besar yang akan menimpa Gen dan Netha . Mereka pun dengan sigap menghindar , dan terdengar suara batang pohon terjatuh yang juga mengenai segerombol besar kelelawar itu .

" Tak perlu pakai tenaga juga bisa kan ? " Ujar Kazuhiko sambil tersenyum . Di sampingnya terlihat ada Celesta dan juga Philo . Rupanya mereka sengaja menumbangkan pohon itu untuk mengurangi sebagian besar kelelawar-kelelawar itu .

" kalau begitu , ayo kita lanjutkan perjalanan ! " Seru Mariposa sambil menarik Iza untuk berlari .

" Apakah pohon Cemara itu masih jauh ? " tanya Phil sambil berlari .

" Harusnya sih tidak begitu jauh lagi , lebih baik kita ikuti saja jalan ini " Jawab Kazuhiko .

" Memangnya ada apa dengan pohon itu ? " Tanya Netha heran .

" Hiro bilang , disana ada sesuatu yang penting ," Jawab Kazuhiko sambil meluncurkan serangan angin untuk menghancurkan batang pohon tua yang tiba-tiba hendak mengenainya .

" Terserahlah , yang penting aku sudah muak dengan hutan ini ! " Seru Celesta
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hanya dibatasi dengan sebuah tebing kecil , tak jauh dari sana terdengar suara petir yang menyambar .
Rupanya itu ulah Neo untuk mengurangi jumlah kelelawar dihadapannya .

" Lama-lama gue bisa alergi sama kelelawar kalo kaya gini terus " Gumam Nao sambil meluncurkan serangan angin untuk melenyapkan kelelawar yang hendak menyerangnya .

" Entahlah , aku malah berpikir untuk merebus kelelawar-kelelawar ini di markas ketika kita pulang nanti" Ujar Aitor sambil memandangi setumpuk kelelawar yang terkena jaringnya .

" Baiklah tor , ucapan lo itu berhasil bikin gue merinding " Ujar Celeste sambil membanting kelelawar-kelelawar itu . Aitor tertawa mendengarnya ..

" Lupakan kelelawar itu , kita harus tetap maju ke depan ! " Seru Satria setelah dia melemparkan sebuah bola api ke setumpuk pohon-pohon tua yang menghalangi mereka , dan memang membuat pohon-pohon itu berlubang sehingga membuat jalan , tetapi pohon itu juga terbakar .
Untunglah efek dari hujan buatan Neo masih ada , sehingga api itu dapat dipadamkan dengan cepat . sehingga mereka bisa langsung melewatinya .

" Baru kali ini gue mengalami peristiwa kucing-kucingan seperti ini " Gumam Neo sambil meluncurkan serangan angin kepada sebuah kelelawar yang tiba-tiba datang dari arah depan .

" Mau bagaimana lagi , kita semua diburu waktu ! " Seru Juki sambil menendang jauh sebatang pohon tua yang tiba-tiba tumbang dan nyaris mengenai Satria .

" Memangnya kapan senjata itu akan diaktifkan ? " Tanya Nao penasaran . Juki mengangkat bahunya

" Entahlah , tapi semakin cepat kita menghancurkannya , maka semakin aman kan ? " Jawabnya .

" Juk ! Awas ! " Seru Satria sambil menarik Juki ke belakang . Karena terlalu tiba-tiba , Juki pun terjatuh ke belakang dan mengenai Satria .
Ketika mereka terjatuh , mereka hampir mengenai segerombol kelelawar yang tengah mengejar mereka , tetapi sebelum itu terjadi , Celeste sudah terlebih dahulu menebas nya dengan menggunakan bonekanya .

" Kalian tidak apa-apa ? " Tanya Celeste . Satria mengangguk , sementara Juki hanya memegangi kepalanya .

" Apa-apaan sih Sat ! " Seru Juki kesal karena ditarik kasar secara tiba-tiba

" Mending lo liat sendiri " Ujar Satria sambil menunjuk ke arah depan .
Terlihar ada sebuah jurang yang cukup lebar disana , dan memisahkan daratan tempat mereka berada sekarang dengan daratan di depannya .

Melihat hal itu , Neo hanya bisa melotot , Nao menghela nafas , Aitor menggaruk kepalanya , sementara Celeste hanya bisa terdiam .

" Apa yang harus kita lakukan sekarang ? " Tanya Neo panik .
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Daftar Nick beserta spesialisasinya :D

Posted in

Mau cek ulang aja  karena sebentar lagi mau Final Battle , biar waktu pertempuran skillnya g ada yang salah nulis #8#

Nelve : skill pelindung : panah : 
Izayoi : skill penyembuh : inori : rebirth
Reihn : skill penyerap serangan : kawarimi no jutsu

Philoshoper : Skill assasinate 

Generiodan : Crystal Blade

Aitor : 

Luwhiie : Bomb : Doroku Gaeshi

Coco : Detonating Clay

Vigo : Mudwall

Celeste dan Celesta : Puppet

Kazuhiro dan Kazuhiko :

Netha : Dai Kyodo

Mariposa : Windstorm Array

Naotoo : Dead Demon Consuming Seal : Mist Hide

Neoairrr : Thunderfall

Satria.Net : Fire Release : Fireball : Balsam : Sunset 

Juki : Lotus Skill :

Bima : Skill teleportasi : 

Chansey : Shikon No Jutsu

MyChan : Giant Waterfall

Bagi yang belum keisi , silakan koment di grup, makasih :)

Chapter 33

Posted in
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
( Pagi hari )

" Buruan abisin makanannya ! "

" Ya ampun , cuma tinggal minum air doang ! "

" G ada waktu , durasi durasi ! "

" Gimana gue bisa bertarung dengan baik kalo perut lagi kosong ! "

" Siapa suruh lo bangunnya telat Vig ! "

Pagi itu , entah karena terlalu tegang atau terlalu bersemangat , mereka tampak terburu-buru menghabiskan makanannya masing-masing .

Yah , kecuali Satria , Juki , Netha ,Celeste, Coco, Reihn , Iza dan juga Nelve . Mereka tampak sangat santai melahap sarapannya masing-masing , sembar melihat teman-temannya yang sibuk sendiri .

" Sat ! Kok lo bisa tenang gitu sih ! " Seru Phil heran .

" Kalo sekarang aja tegang , gimana nanti mau di sananya ? Bisa-bisa makin hilang nyali gue " Jawab Satria tenang .

" Elu juga co ! Perasaan kemarin lu yang paling brutal , kenapa giliran makan malah kalem ? " Tanya Neo membuat Coco terbatuk-batuk .

" Dia mah kalo urusan makan nomor satu " Ledek Gen sambil menyikut Coco .

" Eh sial , kalo urusan makan tuh ga boleh terburu-buru ! Nanti yang ada energinya ga masuk ! " Sergah Coco kesal sambil meminum airnya .

" Inget Chansey co " Bisik Nao , membuat Coco menyemburkan minumannya ke arah Luwhiie .

" ANJRIT ! PAGI-PAGI UDAH APES GUE ! " Seru Luwhiie kesal , diikuti gelak tawa semuanya .

" Gue bingung " Ujar Netha sambil melahap makanannya .

" Bingung kenapa Neth ? " Tanya Reihn .

" Ini mau Final Battle kan ? Kenapa situasinya malah santai begini ? " Jawab Netha . Satria tertawa

" Justru ini yang menarik . Kalau dari awal malah diam-diaman justru ga seru " Ujar Satria sambil menyenggol Juki yang hendak meminum airnya hingga membuatnya sedikit tumpah ke bajunya .

" SATRIA !! " Seru Juki kesal . Satria hanya tertawa melihatnya .

" Habisnya lo daritadi diam mulu . G usah terlalu tegang kenapa , kaya baru pertama kali bertarung aja " Ujar Satria sambil menepuk bahunya .

Juki tetap terdiam , lalu melanjutkan meminum airnya . Melihat itu , Satria menjadi curiga .

" Jangan bilang lo lagi rencana yang aneh-aneh " Tebak Satria , membuat Juki menyemburkan airnya ke arah Luwhiie , tetapi ditepis olehnya dengan menggunakan piringnya .

" Refleks yang bagus ! " Ujar Celeste sambil menepuk bahunya . Luwhiie mendengus

" Sepertinya begitu sat " Ujar Juki sambil terkekeh , membuat temannya menjadi semakin curiga .
Tapi belum sempat dia bertanya lagi , Netha sudah memotong omongannya

" Sudahlah , mengobrolnya nanti saja , cepat dihabiskan makanannya ! " Seru Netha kesal .
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
( setengah jam kemudian )

" Sudah mengerti perannya masing-masing kan ? " Tanya Satria , diikuti anggukan teman-temannya

" Buat yang belum mengerti , nanti gue ulangi kalo kita uda sampai di sana . By the way , gerbangnya lo pindah kemana Juk ? " Tanya Satria . Juki tersenyum misterius

" Kau akan mengetahuinya nanti " Ujar Juki sambil berjalan memimpin bersama Neo . Netha dan Reihn hanya berpandangan , sementara Nelve dan Iza hanya bisa saling mengangkat kedua bahunya , lalu mengikuti Juki.

Setelah menyusuri jalan yang dipenuhi pepohonan seperti yang dilewati oleh Nelve saat pertama kali sampai disana , mereka menemukan pintu gerbang yang cukup besar disana . Juki pun berhenti disana

" Siapa yang mau membuka ? " Tawarnya , membuat situasi menjadi hening .

" Biar aku saja " Ujar Celeste sambil berjalan ke arah depan .
Dia pun lalu memegang engsel pintu tersebut , dan membukanya perlahan .
Aura yang menusuk pun langsung keluar darisana .

" Ya ampun ,memang ni gerbang lo taruh dimana sih Juk ? " tanya Nao terheran merasakan suasana yang begitu mencekam itu . Juki hanya terdiam .

Tak lama kemudian , pintu itu pun terbuka lebar . Tampak kabut-kabut tebal langsung muncul disana , mengakibatkan mereka tak bisa melihat keluar . Aura dingin yang cukup menusuk , membuat sebagian besar dari mereka menjadi menggigil kedinginan.

" Firasat gak enak nih " Kata Vigo sambil mencoba melihat ke depan . Situasi pun kembali menjadi ribut.

" Siapa yang mau keluar duluan ? " Tawar Neo membuat situasi menjadi kembali tenang .

" Aku saja " Ucap Netha sambil berjalan kedepan . Dia pun langsung melompat keluar untuk menghilangkan kabut-kabut itu .

Tak lama kemudian , kabut-kabut itu pun menghilang . Dan aura menusuk itu semakin terasa .
Perlahan , terlihat suasana sebuah hutan yang berwarna hitam kelam , dan sangat tua , karena semua batang pohon disana berwarna kehitaman .

" Ini hutan yang dimaksud si Hiro kan ? " Tanya Kazuhiko . Juki mengangguk

" Kebetulan kami menaruhnya disana " Jawab Neo .

" Ini desa petir kan ? " Tanya Satria lagi , membuat situasi kembali menjadi tegang .

" Kau gila Juk ? Meletakkan gerbang kita di daerah musuh ? " Ujar Celeste heran .

" Tenanglah , hutan ini termasuk hutan terlarang , karena itu mereka takkan bisa memasukinya " Sahut Neo .

" Bagaimana kau tahu ? " Tanya Celesta heran

" Tanah kalah oleh air , angin kalah oleh petir , api kalah oleh air , lalu petir ? Dia kalah oleh air " Ujar Juki menjelaskan , membuat teman-temannya terkejut .

" Benar , mengapa slama ini kita tak sadar ? Desa itu kalah oleh air , dan anehnya walaupun kita berasal dari desa air , tak ada satupun yang menguasai skill air kecuali Nelve dan Iza " Ucap Juki .

" Bagaimana kau tahu ? " Tanya Netha heran

" Skill pelindung dan penyembuh , semua itu sifat dari skill air , dan kalau gue lihat , hanya mereka yang bisa menggunakannya , jadi intinya , merekalah yang paling ditakuti oleh desa petir " Jawab Juki lagi .

" Intinya , selama perjalanan kita harus melindungi mereka berdua kan ? " Tanya Satria , Juki hanya mengangguk .

Disaat mereka tengah berdiskusi , tiba-tiba terdengar suara ranting kayu terinjak , membuat semuanya refleks memasang kuda-kuda , kalau-kalau itu adalah mata-mata desa petir .

" Siapa itu ? " Seru Netha yang memang berada di daerah hutan itu .

" Tolong , "

Dari arah semak-semak , keluar sesosok cewe yang berusaha berjalan keluar dari sana . Tampangnya lusuh sekali , seperti telah bertarung sengit dengan seseorang .
Melihat cewe itu , Coco pun refleks berlari mendekatinya

" Chansey ! Mengapa kamu bisa ada disini ! " Seru Coco panik sambil membantunya bangun .

" Tolong MyChan , dia diserang oleh segerombol makhluk aneh disana " Ujar Chansey lagi ,

" Dimana dia ? " Seru Juki panik .

Belum sempat Chansey menjawab , tiba-tiba terdengar suara berisik dari semak-semak yang berada tak jauh dari tempat mereka berada .

" Mundur ! " Seru Juki sambil menyeret Netha kembali ke pintu gerbang .
Mendengar itu , Coco pun langsung mengangkat Chansey menjauh dari sana dan membawanya ke Iza .

" Tolong za , obati dia " Pinta Coco . Iza mengangguk dan langsung menyembuhkan Chansey .

" Siapa itu Juk ? " Tanya Satria .

" Entahlah sat , tapi kalau dari auranya , kelihatannya bukan manusia sat " Jawab Juki .

" Ingat , giliran siapa sekarang ? " Ucap Satria .

" Serahkan pada kami ! " Seru Neo , Phil dan Luwhiie . Mereka pun langsung melompat ke arah depan , walau masih tak terlalu dekat dari semak-semak itu ,.

Terlihat ada sosok bayangan tinggi disana
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------