Follow me on Twitter RSS FEED

Opening Virtual Ghost World ^^

Posted in

" APAKAH KALIAN PERNAH BERFIKIR KALAU SEADAINYA DUNIA GAME YANG SELALU KALIAN MAINKAN, MENJADI KENYATAAN ? "

" Mustahil " Pikirku , sambil menutup laptopku .

Setelah melemaskan otot-otot tanganku sejenak , aku pun mematikan radio. Membuat suasana yang semula dipenuhi oleh alunan musik , kini menjadi senyap .

Melihat suasana seperti itu , aku pun mengernyitkan alis sambil melirik jamku .

"Padahal baru jam sepuluh malam , tapi mengapa sudah sepi begini ya ? " gumamku dalam hati .

Seingatku , pada jam segini , biasanya beberapa warga sudah berkumpul di warung kecil yang kebetulan berada di sebelah kamarku .
Sambil ditemani segelas kopi , mereka akan saling bercerita mengenai keseharian mereka.
Sesekali , musik dangdut yang mengalun pelan akan menemani mereka dalam bercerita , hingga membuat suasana malam yang biasanya menyeramkan , menjadi sedikit ramai dan hangat .
Dan terkadang, aku akan tertawa kecil bila mendengar cerita mereka yang terasa lucu bagiku .

Mungkin bagi kalian , keberadaan mereka akan menganggu aktivitas tidur kita , tetapi tidak demikian bagiku. Karena aku seperti merasa "ditemani" oleh mereka .
Mengapa demikian ?

Karena setiap malam , dari balik kamarku, akan terdengar suara jangkrik bersahutan , yg terkadang juga diselingi oleh suara katak .
Untuk sebagian orang , mungkin suara itu akan terasa seperti "alunan musik pengantar tidur"
tetapi bagiku , itu terasa seperti "musik yang mencekam"
Yah bayangkan saja , disaat kalian tengah menikmati suara-suara itu , tiba-tiba terdengar suara tertawa misterius yg memecah keheningan malam .
Membayangkannya saja aku sudah merinding .

Oke , gue akuin gue emang penakut . Tapi hanya sebatas untuk hal ini saja oke ?
Setiap kali aku bercerita kepada abangku , dia selalu berkata , kalau mungkin fikiran ngaco seperti itu muncul akibat aku terlalu banyak menonton film horor .
Yah , ada benarnya juga sih .
Lucu ya ? Ngakunya penakut , tapi suka nonton film horor . Kok rasanya ga banget .


Lalu , sekarang ngapain ya ? Mau tidur juga belum ngantuk . Tapi mau diam-diaman begini juga justru membuatku semakin merinding dan parno. 
Karena tak ada pilihan lain, aku langsung beranjak dari tempat dudukku , lalu membuka jendela . Angin malam pun langsung menyambut ketika aku membuka jendela .
Bersamaan dengan itu , kurasakan udara yang tidak terlalu dingin , tetapi juga tidak terlalu hangat untuk melepaskan jaket .

Sejenak , aku merapikan rambutku.
Sambil memandangi langit malam , aku masih merenungkan kalimat yang baru saja ditanyakan oleh temanku lewat chatting internet tadi .

Game menjadi nyata ya ? , hmm . Seandainya , game itu menjadi kenyataan, mungkin seru juga ya

Oh ya , aku lupa mengenalkan diriku
Namaku Liz , tapi terkadang teman – teman memanggilku Nelve .
Itu merupakan nama samaranku , dan sekaligus nama ku di game yang selalu aku mainkan , yaitu Ghost Online .
Sama seperti game online pada umumnya , di game ini aku menemukan banyak sahabat baru , yang berasal dari berbagai kota ,dan walaupun kami belum pernah bertemu di dunia nyata , tetapi kami sudah terbiasa berkumpul bersama dan bercanda melalui game ini .
Tapi sayangnya , game itu sudah ditutup setahun yang lalu .
Andai saja game itu masih ada . Pikirku menerawang .

Sejenak , aku memandangi langit malam .
Cukup cerah , sehingga bisa kulihat kalau ada banyak bintang- bintang disana.
Aku biasa melakukan hal ini , disaat aku merasa jenuh .
Karena dengan melihat langit , entah mengapa , aku bisa merasa lega .
Entah apa fikiranku saat itu , tiba-tiba saja aku berteriak .

“ Ya Tuhan , aku ingin game Ghost Online menjadi kenyataan ! “ Seruku norak sambil melemaskan ototku .

Dan disaat itulah, tiba – tiba aku melihat ada sebuah meteor yg jatuh.Apakah itu komet halley?
Tapi bukannya komet itu jatuh tepat tahun 1977 yg lalu?
Atau aku saja yang salah mengingat ?

" Mungkin halusinasi ,"
 pikirku sambil menutup jendela ,lalu berjalan ke arah kasur dan menarik selimut.
Pada saat itu, aku belum tahu kalau itu merupakan awal dari segalanya.

12 AM XP

Posted in
" Nes liat ! Ulangan gue dapat nilai 95 nih ! " Seru Ruri sambil memamerkan kertas ulangannya ke depan Nesya .
tapi sepertinya percuma saja . Karena orang yang sedang dia ajak bicara itu sibuk oleh fikirannya sendiri.
Melihat itu , Ruri pun menjadi gemas . Dia langsung memukul meja Nesya , dan hal itu cukup berhasil untuk membuatnya terkejut , karena ruangan kelas yang sudah sepi , tentu saja membuat suara sekecil apapun akan menggema . 

" RURI ! LO APA-APAAN SIH ! " Seru Nesya kesal .

" Lo tuh yang apa-apaan . Gue ajak ngobrol daritadi tapi bengong mulu ! Kesannya gue kaya lagi ngomong sama tembok tau ! " Balas Ruri tak mau kalah

" Oh ? Bagus deh kalo gitu "  Jawab Nesya cuek sambil kembali melamun .
Melihat reaksi itu , Ruri hanya bisa terdiam heran . Tidak biasanya Nesya seperti itu . Padahal biasanya kalau Ruri sudah membentaknya seperti itu , Nesya akan langsung mencak-mencak dan menimpuknya.

" Kenapa lo ? Perasaan bentar lagi mau ketemuan deh , tapi kok mukanya kaya orang frustasi gitu ? " Tanya Ruri sambil mengambil bangku dan duduk di depan Nesya .
Mendengar kata "ketemuan" membuat Nesya tersenyum kecil .

" Yah biasa , patah hati , ahaha " Jawab Nesya sambil langsung membenamkan kepalanya di antara tumpukan buku di hadapannya . 

" Maksud lo ? "

Setelah itu , Nesya pun menceritakan kejadian semalam .
Mendengar itu , Ruri pun mengangguk maklum .

" Yah sabar aja ya nes . Namanya aja gebetan , kalo ga disamber orang , ya ditarik lagi sama mantannya " Ujar Ruri sambil membelai kepalanya . Mendengar itu ,  Nesya pun mendengus , lalu mengangkat kepalanya.

" Anjrit , kok kesannya jadi galau ya gue , ahaha " Sahut Nesya sambil tertawa paksa . Mendengar itu , Ruri hanya bisa menghela nafas .

" Terus ? Lo jadi mau ikutan gathering nya ? " Tanya Ruri sambil memakan keripik yang ada di sakunya.

" Kayanya sih ga deh , males " Jawab Nesya sambil menggaruk kepalanya .

" Yaelah nes , masa cuma gara" si Riko udah ada yg punya lo jd kaya gitu . Lagian , di grup sana lopasti punya banyak kenalan lain kan ? Apa lo ga ingin ketemu mereka juga ? " Ujar Ruri heran .
Nesya hanya mengangkat bahu , lau mengambil tasnya .

" Udahan ah , pulang yuk . Capek gue " Jawab Nesya singkat , sambil berjalan menuju pintu keluar. Mendengar itu , Ruri pun buru-buru mengemasi barang-barangnya .
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sesampainya di rumahnya , Nesya pun merenungi kata-kata Ruri tadi .

"Iya juga sih ya , lagian kalau gue ga datang , bisa-bisa ketahuan kalo gue suka ma dia " Gumam Nesya sambil berkhayal sejenak , lalu langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat .
Mungkin apa yang dia imajinasikan terlalu ngaco , hingga dia menjadi seperti itu .
Dia pun langsung menepuk kedua pipinya keras-keras .

" Ah udahlah , daripada jadi galau ga jelas gini , mending gue ol aja " Gumam Nesya sambil menyalakan laptopnya .
Sebentar saja , dia sudah kembali terhubung dengan akun facebooknya itu , dan sudah berada di beranda .
Ketika dia akan menekan tombol grup , tampak ada seseorang yang sudah men summonnya terlebih dahulu .
Nesya pun membaca nama akun FB yang memanggilnya itu .

" Si Lito ? Apaan lagi nih " gumam Nesya sambil mengklik tombol pemberitahuan itu , yang langsung membawanya otomatis ke komentar temannya yang bernama Lito disana .
Tampak dia sedang mengomentari postingan Candra kemarin , 
yang juga sekaligus tempat dia mengetahui kalao Riko sudah mempunyai cewe .

Lito : Wah ada gathering ? asik bisa ketemu sama neng Nesya :D

Melihat itu , Nesya menjadi tersenyum sendiri . Dia pun membaca komentar-komentar lain di bawahnya .

Arin : Bang Lito sih , siapa aja asal cewe pasti diembat deh kayanya

Iva : ya iyalah sis , secara dia kan penganut kaum forever alone sejati

Candra : walah dalem banget ai

Iva : kan kenyataan can XD

Lito :  pait pait pait -_-

 Setelah membaca itu , Nesya menjadi tertawa sendiri . "Ada-ada saja " pikirnya dalam hati , sambil segera bergabung dengan mereka .

Nesya : Segitu inginnya ketemu aku ya bang ?

Lito : iya dong neng , secara , kapan lagi kita akan dipertemukan oleh Tuhan kalo ga sekarang ?

Candra : Si Lito kumat 

Iva : Wah adik gue digombalin :D

Nesya : -.-"

Rio : Nah mumpung lagi rame , gue mau ngumumin sesuatu nih .

Nesya : apaan bang ?

Rio : Soal gathering nanti , akan ada sedikit perubahan 

Quote Of The Day

Posted in
Cinta kadang sulit untuk dimengerti
Kehadirannya tak selalu untuk dimiliki
Namun hanya akan menjadi bagian terindah dalam hidup kita
Yang akan tersimpan selamanya
dan tak akan pernah mati

-DRIVE-

Quote Of The Day

Posted in
" I feel so miserable. Tell me, how do you kill a feeling? "

Tidak untuk siapa-siapa

Posted in
Buntu , hampa , kosong , tersiksa ,
Seakan tak ada habisnya
Padahal aku tau , aku akan selalu merasakan itu , setiap kali aku memikirkan hal itu
Tapi entah mengapa ,
Aku masih tetap melakukannya 

Melarikan diri ? Sudah kucoba
Mengabaikan? Itu cara pertama yang kufikirkan
Melupakan ? 
Hanya itu yang tidak bisa kulakukan .

Semua nasihat sudah kucoba
Beragam caci maki sudah ku terima
Dan berbagai ratapan sudah ku dapatkan
Tapi entah mengapa
aku masih tetap bertahan dengan perasaan ini

Aku tak tau 
Apa yang bisa kulakukan
dan andai aku tahu 
belum tentu itu bisa menghilangkan semua perasaan ini

Satu-satunya kebohongan kecil yang selalu kulakukan saat ini
adalah pada saat aku selalu mengatakan kalau aku tidak peduli lagi dengannya
tapi kenyataannya
aku masih tetap saja mencari kata-kata yang membuatku teringat kepada dia

Kedengarannya memang naif
tapi , memang inilah yang terjadi
Aku juga tau , kelak pasti akan ada banyak orang yang merasa 
kalau tulisan ini ditujukan untuknya
Tak apa-apa
Anggap saja itu memang terjadi padamu,
Dan aku hanya bisa tersenyum 
lalu mendoakanmu dari jauh
Agar itu terakhir kalinya kau merasakan perasaan seperti ini 

Quote Of The Day

Posted in

"I wish being happy is as easy as being sad."

Chapter 42

Posted in
" Err , lo yakin mau masuk sat ? " tanya Reihn ragu , melihat suasana yang mulai tidak enak

" Gue juga ngerasa ada yg ga beres " Tukas Aitor sambil merapikan jaringnya

dan ternyata , kecurigaan mereka terbukti .
Dari arah gerbang , terlihat ada kepulan asap yg sangat tebal keluar , hingga menutupi mereka semua .
Sesaat , mereka menjadi kebingungan karena saling tak bisa melihat satu sama lain .

" Sial , asap apa ini " seru Aitor kebingungan .

Disaat mereka hampit terpisah , terlihat ada tangan-tangan misterius yang hendak meraih Iza yang tengah berpegangan kepada Nelve, tetapi sebelum itu terjadi , Rian telah terlebih dulu mengeluarkan serangan angin miliknya hingga mengakibatkan semua kepulan asap itu menghilang .

Dan pemilik tangan itu pun diketahui ternyata adalah sesosok bloodbat .

" Anjrit kelelawar lagi " ujar Satria yang langsung menendang jauh kelelawar itu dari Iza .

" Lebih baik kita masuk sekarang , keadaan mulai ga aman " saran Reihn

" Gue juga berfikir begitu " sahut Vigo yang tiba-tiba muncul dari arah semak-semak .
Karena kemunculannya yang terlalu mendadak , sempat membuat Reihn menjerit kecil .
Hal itu sukses membuat mereka semua menutup telinganya masing-masing .

" Ampun , teriakannya si mbem ini dahsyat juga " Keluh Satria sambil membuka telinganya .

" Siapa suruh si kunyuk ini ngagetin gue ! " Seru Reihn sambil menjitak kepala Vigo .

" Ya sori , gue mana tau kalo kemunculan gue akan ngebuat lo ketakutan kaya gitu ! " Balas Vigo sambil memegangi kepalanya .

" Ada yang datang " Bisik Chansey sambil keluar dari semak-semak .

Mendengar itu , refleks kami pun menoleh ke belakang .
Tampak ada bayangan disana .
Melihat itu , mereka pun mengambil tindakan , dengan berlari kembali menuju semak-semak yang berada tak jauh dari pintu gerbang .

" Siapa itu ? " Tanya Reihn .

" Bodo ah , yang penting , sembunyi ! " Bisik Satria sambil membenamkan kepala Reihn ke dalam semak-semak .
Dari dalam semak-semak , kami melihat ada seseorang yang keluar .
Terlihat , dia mengenakan pakaian mata-mata desa petir .
Dia tampak terkejut melihat pintu gerbang itu terbuka .

" Untung deh , gue udah bosen ketemu sama monster melulu " Bisik Aitor sambil menghela nafas lega.
" Ssst , lihat ke depan ! " Bisik Rian sambil menunjuk ke arah gerbang .

Tampak mata-mata itu sedang berdiskusi dengan seseorang . Tak lama kemudian , mereka pun saling mengarahkan tangannya ke depan , dan membuat pintu gerbang itu kembali ke tempatnya .

" Tak akan kami biarkan ! "

Tiba-tiba , saat gerbang itu akan kembali ke tempatnya semula , terlihat ada Neo dan Kazuhiro disana . Kazuhiro tampak langsung mendorong gerbang itu dengan badannya , sementara Neo sibuk mengeluarkan mantra-mantra cuaca untuk menyibukkan mata-mata itu .

" Kalau begitu , aku juga ! " Seru Vigo .  Dia segera melemparkan bom-bom andalannya ke arah musuh.
Hingga akhirnya membuat musuh kerepotan , dan berpencar .

Melihat itu , Satria dan yang lain hanya bisa saling berpandangan .
" Ya sudahlah , kalau begitu , ayo kita segera masuk " Ujar Satria sambil berdiri dari tempat persembunyiannya .
" Sial lo bertiga , beraksi ga ngajak-ngajak " Sungut Aitor kesal . Mendengar itu , Neo dan Kazuhiro hanya terkekeh geli .

" Yee , lagian gue mana tau kalau ada kalian ! Gue sih tadi buru-buru kesini setelah musuh disana berhasil gue selesain ! " Ujar Neo .

" Maksud lo , kumpulan frostbore itu udah berhasil lo panggang semua ? " Tanya Reihn tak percaya .

" Ya iyalah , gue gitu lo ! " Sahut Neo sambil menepuk dadanya , bangga .

" Mereka mati juga gak cuma gara-gara lo doang kali , " Bisik Kazuhiro , yang langsung disenggol oleh Neo .

" Tunggu apalagi ? ayo sekarang kita . ."

Belum sempat Satria menyelesaikan kata-katanya , tiba-tiba terlihat ada petir yang hendak menyambarnya . Refleks dia pun menghindar .

" Neo ! Lo apa-apaan sih ! " Seru Satria kesal . Mendengar itu , Neo hanya bisa terdiam . Tampak dari raut mukanya dia sangat kebingungan .

" Itu bukan ulah gue ! Sumpah ! " Seru Neo .

" Emang selain lo siapa lagi yang bisa mengendalikan cuaca disini ? " Tanya Reihn heran .

" Tentu saja gue "

Mendengar itu , spontan mereka pun menoleh ke arah sumber suara . Terlihat ada seseorang yang memakai jubah dan kepalanya ditutupi oleh tudung jubah itu .

" Bagus , sekarang apalagi ini ? " Keluh Rian kesal
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------