Follow me on Twitter RSS FEED

Manusia Setengah Salmon Quote :D

Posted in
Karena saya orangnya ga suka ( atau lebih tepatnya ga bisa ) basa-basi , jadi langsung to the point aja ya ,

berikut penampakan bukunya


dan ini penampakan penulisnya

eh salah ding bukan yg ini , kalo ini mah masa kecilnya si penulis 


Ini baru yang bener :D
Tepatnya pada tanggal 25 Desember , gue baru aja selesai namatin buku bang Radit yang satu ini ,
( yang cara mendapatkannya juga melalui jalan yang lumayan ekstrim , yaitu : menyerobot 3 emak-emak yang juga mengincar 3 buah novel bang Dika yang tersisa di meja Gramedia , lalu latihan otot kaki dengan antri selama setengah jam di kasi Gramedia yang sebagian besar pada lagi membayar novel ini) gue langsung suka , terutama komik mininya , lucu abis dan ga bikin bosen ngebacanya :D

Anyway , seperti MMJ , dibalik sejuta kata konyolnya, komik (eh salah) novel ini ini juga memiliki ribuan quote menarik yang tersembunyi .

Berikut yang menurut gue paling menarik :D

" Hidup penuh dengan ketidak pastian , tetapi perpindahan adalah sesuatu yang pasti " #Manusia Setengah Salmon

" Waktu mungkin obat yg paling baik untuk menyembuhkan semua luka " #Manusia Setengah Salmon

" Perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan " #Mencari Rumah Sempurna



" Cinta datang dari mata ke hati . Selanjutnya dari hati ke air mata " #Penggalauan


" Jatuh cinta sama kamu kaya naik Histeria . Dibawa naik pelan-pelan lalu dijatuhkan tiba-tiba " #Penggalauan


"Mungkin itu masalahnya, pikir gue. Seperti rumah ini yang terlalu sempit buat kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang (dirasa) cocok untuk dirinya." 


" Tujuan sesungguhnya dari PDKT : agar kita bisa membedakan antara orang yang kita mau dengan orang yang kita butuhkan "#Tarian Kawin


" The more I turn away , the more I find myself walking one step closer to you . Yes you " #Tarian Kawin


" Sesungguhnya , terlalu perhatian orang tua adalah gangguan terbaik yg pernah kita terima "  #Kasih Ibu Sepanjang Belanda


" Orang yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati pasti belum pernah ngerasain sakit gigi . Dan orang yang belum pernah sakit gigi , belum tahu rasanya jadi dewasa " #Lebih Baik Sakit Hati


" Salah satu tanda orang sudah dewasa adalah ketika dia sudah pernah patah hati " #Lebih Baik Sakit Hati


" Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan , tak peduli siapa yang memulai , tetapi ujungnya selalu sama : Kita harus bisa maju , meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong " #Sepotong Hati di dalam kardus cokelat

Yah sebenarnya kalau untuk quote bisa didapatkan di halaman 205 dan 21 , tepatnya bab Penggalauan dan Sepotong Hati Di Dalam Kardus Cokelat , karena di bab-bab itu banyak sekali quote yang bisa kita ambi ( dan bsa bikin gue galau tentunya)

akhir kata , enjoy ! ;)

Chapter 41

Posted in
" Tenang , ini gue ! "

Aitor menurunkan jaringnya . " Nelve ? Iza ? Mana yang lainnya ? "

Dari semak-semak , Nelve keluar sambil menggandeng tangan Iza .

" Entahlah , tadi kami sempat bersama Satria , tapi tiba-tiba dia menghilang " Jawab Iza sambil membersihkan bajunya .

Baju mereka semua terlihat lusuh dan terkoyak sedikit , mungkin karena terkena duri-duri kecil dari semak-semak itu .

" Jadi , sekarang ada masalah apalagi ? " Tanya Nelve

Aitor menoleh ke arah gerbang .

" Apa kau tau cara untuk meruntuhkan gerbang ini ? " Tanyanya .

Iza memutar otaknya , sementara Nelve mendekati gerbang itu dan menyentuhnya .

" Gerbang ini terbuat dari baja , tak bisa diruntuhkan semudah itu " Ujar Nelve .
Aitor menggaruk kepalanya

" Kalau sudah begini harus bagaimana ? " Tanya Iza bingung

" Entahlah , kau sendiri juga tau , aku hanya memiliki keahlian dalam hal skill jaring " Jawab Aitor pasrah .

" Bagaimana kalau kita runtuhkan bersama ? "

Dari arah hutan semak itu , terlihat Satria muncul bersama seorang lelaki asing . Nelve terdiam karena dia merasa pernah melihatnya .

" Satria ? dan Rian ? Kok lo bisa disini ? " Tanya Aitor terkejut .
Cowo yang dipanggil Rian itu pun tersenyum kecil

" Sudah lama ya " Ujarnya .

" Jangan-jangan , kau cowo yg waktu itu ya ? " Tukas Nelve . Rian hanya tersenyum

" Kau ingat juga . Kau cewe yang waktu itu berlatih skill perlindungan itu kan ? " Sahut Rian sambil tertawa .

" Jadi bagaimana ? Apa kita runtuhkan bersama ? " Tanya Satria lagi . Aitor mengangkat bahu , sementara Nelve dan Iza hanya saling berpandangan .

" Baik , skill apa saja yang kalian kuasai ? "

" Api "

" Pelindung "

" Penyembuhan "

" Jaring "

" Nah bagus , sementara gue hanya menguasai tehnik angin " Ujar Rian sambil menggaruk kepalanya .

" Ga begtu buruk kok , coba kita satukan aja dulu " Sahut Satria .

Mereka pun lalu menyerang gerbang itu bersamaan . Tetapi hasilnya nihil .
Hanya tersisa kepulan asap karena terkena gerbang itu .

" Tidak mungkin , skill gue ga mempan " Ujar Satria kaget .

" Yah , gue uda mengira dari awal sih " Sahut Rian sambil merenggangkan kedua tangannya ke atas .

" Sori deh , skill yang gue kuasai cuma jaring " sungut Aitor .

Nelve memandang jaring yang dipegang oleh Aitor . Lalu dia menjentikkan jarinya .

" Itu dia ! " Serunya membuat semua menoleh ke arahnya

" Apanya ? " Tanya Aitor tak mengerti .

" Jaring lo ! Kita bisa gunakan itu ! " Serunya antusias .

" Hah ? Gimana caranya ? " Tanya Iza tak mengerti .

" Jadi begini , kamu lempar aja jaring kamu yg lebar ke atas , sementara itu Satria mengeluarkan serangan bola apinya . Kalo terkena lubang-lubang jaring kamu , kan otomatis bisa terbagi sendiri ! " Jelas Nelve . Aitor menepuk jidatnya

" Iya juga ya , kenapa ga terpikirkan daritadi ! " Serunya senang

" Ayo kita lakukan sekarang ! " Seru Satria tak sabar .

Mereka pun melakukannya sesuai dengan apa yang dikatakan Nelve . Dan walau sedikit , gerbang itu pun mulai terbuka .

" Ah kampret , nih gerbang belagu amat sih " Seru Rian kesal sambil menendangnya . Dan ajaib , gerbang itu pun terbuka .
Walau sepertinya Rian terlihat sedikit kepanasan .

" Waw "

" Tendangan yang mematikan "

" Udah tau tadi habis terkena serangan apinya si Sat-sat masih aja lo tendang " Ujar Reihn yang tiba-tiba muncul dari semak-semak . Rian hanya mendengus .

" Baiklah , ayo kita masuk ! " Seru Satria antusias
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Chapter 40

Posted in
Di tengah kegelapan malam , terlihat Aitor berlari terengah-engah menembus semua semak belukar yang menghalanginya .
semak itu terlihat basah , karena terkena hujan buatan milik Neo .
Setelah berhasil melewati , dia menyeka keringatnya sebentar , lalu mendongak .
Terlihat ada sebuah pintu gerbang yang kokoh dan besar di hadapannya
" Yang bener aja , masa gue harus ngerubuhin gerbang ini sendirian ? "
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mengapa bisa begini ? Mari kita lihat keadaan sebelumnya .

Setelah berhasil menembus hutan , terlihat ada padang rumput yang luas , 
dan di ujungnya terlihat ada sebuah kastil .
Kecil sekali memang kelihatannya
atau karena kastil itu saja yang jaraknya terlalu "dekat"

" Mampus gue , jangan bilang tujuan berikutnya ke sana ! " Ujar Celeste sambil menunjuk ke arah kastil itu . 
Satria menggaruk kepalanya , bimbang . Melihat itu , Nao menjadi curiga
" sepertinya doamu tidak terkabulkan cel " Ujar Reihn sambil menunjuk ke arah belakang . Tampak ada sepasukan frostbore yang siap mengejar mereka .

" Kalau begitu sih , mau ga mau kita harus ke sana ! " Seru Kazuhiko panik ,
Setelah berkata demikian , mereka pun segera berlari menuju kastil itu .

" Rencana ! Kita butuh sebuah Rencana ! " Seru Coco sambil berlari .

" Hanya ada satu di otak gue " sahut Gen

" Apa ? "

" Lari atau mati "

" Mati aja deh lo sana -.- " 

" Udah udah , dia benar , kita memang membutuhkan sebuah rencana " Ujar Chansey menengahi .

" Bagaimana ? Ada rencana ? " Tanya Luwhiie balik kepada Satria . Yang ditanya hanya diam . sepertinya dia sibuk dengan pikirannya sendiri .

Dari kejauhan terdengar suara jeritan Vigo , membuat mereka semua berhenti berlari . Tampak Vigo dibawa oleh naga-naga itu .
Tampak Neo dan Celesta berusaha mati-matian merebut dia kembali , tetapi hasilnya sia-sia saja .

" Sini biar aku yang coba " ujar Aitor sambil melempar jaringnya ke arah naga itu .
Karena merasa diincar , naga itu pun berkelit dengan membelokkan diri ke arah kanan , menghindari jaring Aitor .
Sekilas sepertinya meleset , tetapi ternyata dia tidak membidik naga itu , melainkan Vigo yang berada di kaki naga itu .

" Bagus ! " Seru Reihn 

" Tarik Tor ! " Seru Luwhiie 

Ketika Vigo berhasil ditangkap oleh Aitor , tampak naga itu seperti tidak terima , dia pun mencoba merebut Vigo kembali .
Tetapi sebelum naga itu sempat kembali menerkam Vigo , Luwhiie pun mencoba mengusirnya dengan bom-bom buatannya , hingga akhirnya Vigo berhasil kembali .

" Lo ga apa-apa kan vig ? " Tanya Nao . Vigo hanya terdiam sambil mengatur nafas . Raut mukanya terlihat pucat
" Kupikir aku akan mati " Ujarnya sambil mengatur nafas .

" Itu dia ! " Seru Satria membuat semua orang menoleh kepadanya .

" Apanya ? "
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Satria pun menjelaskan rencananya . Mereka akan terbagi menjadi 2 tim .

" Phil , Gen , Neo , Coco , Luwhiie dan Nao mengalihkan perhatian para naga . Sementara sisanya ikut gue ke kastil itu ! " Ucap Satria mantap .
Phil menoleh ke arah para naga itu sekilas .

" Ya lumayanlah buat latihan . " Ujarnya sambil melepas sarung tangannya . Terlihat ada semacam aura disana .

Reihn menggaruk kepalanya " Si kunyuk itu udah main lepas segel aja " Ujarnya kesal .
Iza menoleh dengan bingung " melepas segel ? "
" Ya , sarung tangan yang kami kenakan ini digunakan untuk menyegel separuh kekuatan kami " Jelas Celeste sambil menunjukkan sarung tangan yang dia kenakan

" Bila dilepas satu , maka kekuatan akan bertambah 10 kali lipat . Bila dilepas 2 , bertambah 20 kali lipat , tetapi efeknya berbahaya " Tambah Satria .

" Sudahlah , penjelasannya nanti saja , yang penting sekarang , ayo kita segera menembus semak-semak itu ! " Seru Kazuhiro sambil menunjuk ke arah semak-semak yang menjulan tinggi dihadapannya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan setelah mereka menembus semak-semak itu , yang terjadi malah mereka terpisah .
Tetapi sebelum mereka terpisah , Satria sempat berkata " Siapapun yang sampai di kastil itu pertama , hancurkan gerbangnya ! Agar kita semua bisa langsung memulai penyerangan ! "

Dan inilah yang terjadi .
Hanya Aitor seorang diri yang sampai disana .
Dia pun hanya berdiri di hadapan pintu gerbang itu dengan bimbang .

" Kalo gue dorong ga mungkin . Gue hancurin make jaring itu lebih bodoh lagi " gumam Aitor .
Tiba-tiba , disaat dia tengah sibuk berfikir , terdengar suara berisik dari arah semak-semak .
Dia pu segera berbalik dan memasang posisi
" siapa itu ? "
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Chapter 39

Posted in
" Iya lah , emang siapa lagi ? " Sahut Bima sambil menggaruk kepalanya .

" Gimana caranya lo bisa lolos ? " Tanya Netha heran . Bima tertawa 

" Sebego-begonya gue , gue ga bakalan bisa ditangkap oleh orang yang bahkan lebih bego dari gue ! " Jawab Bima bangga . Sementara Vigo kebingungan

" Kenapa lu vig ? " Tanya Neo heran

" Bentar , gue masih ga paham sama omongannya si bima " Jawab Vigo sambil menggaruk kepalanya

" Itu maksudnya , Bima ga bisa ditangkap oleh orang yang lebih bego dari dia ! " Seru Reihn .

" Dan walaupun dia emang bego , tapi para musuh disana jauh lebih bego dari dia ! " Tambah Satria .

" Singkatnya , jeruk ga bakalan bisa nangkep jeruk " Timpal Juki sambil tertawa .

" Setan lo semua " Ujar Bima kesal , membuat suara tawa Juki semakin keras .

" Kidding Bim ! selamat datang kembali ! " sahut Juki sambil menepuk bahu Bima .

" Eh ngomong-ngomong lo belum jawab pertanyaan gue " Timpal Netha . 

" Maaf nih , bukan maksudnya gue ga ingin cerita tapi . ." Bima meletakkan sebuah pedang ke belakangnya , membuat Juki terheran

" Mau ngapain lo ? " Tanya Juki heran

Belum sempat Bima menjawab , tiba-tiba terlihat ada sebuah bayangan di atas . Bima dengan cepat melompat dan menangkis pedang mata-mata itu .

" Sebenarnya , gue masih diikutin sama si kunyuk-kunyuk itu ke sini " Ujar Bima sambil terkekeh , sementara Satria hanya menghela nafas

" Ga berubah lu bim , tetep aja bego " Keluh Netha .

" Darimana lo dapat pedang itu ? " Tanya Coco heran

" Gue rampas dari salah satu mata-mata " ujar Bima sambil terkekeh

Ta lama kemudian , tiba-tiba terlihat ada bayangan yang menyelimuti padang batu itu . Dan ketika mereka melihat ke atas ,
terlihat ada segerombol Frostbore .

" WHAT THE ? " Seru Coco panik 

" Gue masih bisa nerima kalo musuh kita kelelawar , nah kalau ini ? " Tambah Luwhiie panik 

" Tunggu apa lagi ? Ayo kita lawan ! " Seru Celeste , tapi Netha menahannya

" Kenapa lu neth ? Biasanya lu paling suka sama pertarungan kaya gini ! " Tanya Celeste heran .
Netha menggelengkan kepalanya

" Tak akan sempat . Bila kita melawan mereka semua , kita hanya akan kehabisan waktu " Ujar Bima .
Satria memandanginya dengan curiga . " Maksud lo bim ? "

" Gue tadi sempat dengar dari kunyuk-kunyuk ini , kalo senjata itu bakalan diaktifkan sore hari nanti tepat jam 6 " 

Mendengar itu , Mariposa segera melirik jam tangannya .

" Astaga , jam 12 siang "

" Berarti kita hanya punya waktu 6 jam dari sekarang ! " Seru Phil .

" Tapi , bagaimana kita bisa pergi tanpa melawan mereka ? " Tanya Nao panik

" Karena itulah gue bilang gue ga tau ! " Seru Celesta tak kalah panik .

" Tenanglah ! Bila kita semua panik , maka kita tidak akan bisa berfikir dengan jernih ! " Seru Gen mencoba menenangkan .

Tanpa disangka , Juki pun maju ke samping Bima .

" Lo mau apa juk ? " Tanya Bima heran .

" Tentu aja bantuin lo " Ujar Juki sambil menendang mata-mata itu jauh-jauh .

" Lo gila ? Ngelawan mereka semua bakalan bikin kita kehabisan waktu ! " Seru Luwhiie panik .

" Karena itu , pergilah duluan ! Nanti biar gue sama Bima nyusul ! " Seru Juki .

" Tapi kita ga bisa ninggalin kalian berdua disini sendirian ! " Balas Satria .

" Slow sat , emang lo pikir gue siapa ? Gue kan lawan tanding latihan lo setiap hari " Ujar Juki sambil tertawa .

" Tapi kan tetap saja . . "

Tiba-tiba , terdengar suara dentuman keras , dan terasa goncangan gempa membuat mereka menjadi susah untuk berdiri

" Ada apa ini ? " seru Nao heran .

" Lihat itu ! "

Dari kejauhan , terlihat gunung api yang tadinya tenang , mulai meletus dan mengeluarkan magmanya , membuat situasi semakin mencekam .

" Ngapain kalian masih disini ? Gue bilang pergi ! " Seru Juki

" Tapi juk , "

" Ga ada tapi-tapian ! Sana cepat ! " seru Bima sambil melemparkan semacam bom ke arah hutan yang tadinya dikelilingi oleh para frostbore , dan mengakibatkan mereka membeku , 

Karena terdesak waktu dan tak ada pilihan , maka mereka pun pergi meninggalkan Bima dan Juki sendirian disana .

Sepeninggal mereka , yg terlihat hanya ada Juki dan Bima yang bertarung dengan puluhan Frostbore .

" Gue ga nyangka lo berani ngambil pilihan kaya gini " Ujar Bima kagum .

" Yah , kalo gue pikir-pikir , sudah saatnya gue melemaskan tangan gue setelah sekian lama berkutat dengan dokumen-dokumen sialan itu " Jawab Juki sambil tersenyumn

" Kalian bodoh , berfikir untuk melawan para frostbore itu dengan ? mengandalkan kecepatan kalian ? "

Tiba-tiba , mata-mata yang tadinya sudah dihajar oleh Juki itu terbangun ,dan kini terlihat sedang menaiki seeekor frostbore .

" Apa kalian lupa ? Kalau frostbore itu kebal terhadap kecepatan ? Sayang sekali ya " Ujar Mata-mata itu sambil tertawa . Juki hanya tersenyum

" Sayangnya kau salah mengenai satu hal , kalau gue bukan hanya seorang speedster " Sahut Juki sambil  melepas sarung tangannya , dan terasa ada aura menusuk disana .

" Let's battle ! " Seru Bima sambil mempersiapkan pedangnya
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Chapter 38

Posted in
" Tolong . . "

Dari arah tebing itu , muncul seorang perempuan . Tampaknya dia telah dikejar-kejar oleh sesuatu .
Melihatnya , Juki pun lagsung berlari mendekatinya

" MyChan ! Akhirnya ketemu juga " Serunya sambil mendekatinya . Begitu dia tiba di hadapannya , tiba-tiba tubuh cewe itu ambruk dan menimpa Juki . Chansey terkejut melihatnya , dan langsung berlari mendekatinya

" Chan , lo knapa chan ? " Serunya sambil menggoyang-goyangkan tubuh temannya itu , tapi tetap tak ada reaksi .
Melihat kondisi seperti itu , membuat mereka semua pun mengelilingi Juki

" Coba kulihat " Ujar Iza sambil mengusap tangannya dan memunculkan sinar putih yang langsung mengelilingi tubuh MyChan . Tak lama kemudian , Iza tampak kebingungan .

" Ada apa za ? " Tanya Juki heran

" Dia menderita luka dalam yang cukup parah , aku tak yakin mampu untuk mengobatinya " Jawabnya pelan .

" Cobalah untuk mengobatinya , tolong ! Sembuhkan dia ! " Ujar Chansey sambil menarik lengan Iza . Melihat itu , Coco langsung menarik mundur Chansey .

" Aku akan mencoba semampu yang kubisa " Sahut Iza ragu .
Tiba-tiba , Satria berbalik dan tampak meluncurkan bola api ke arah MyChan datang. Melihat itu , tentu saja teman-temannya bingung melihatnya .

" Ada apa sat ? " Tanya Reihn heran

" Gue ngerasa ada yang ngeliatin kita dari sana " Jawabnya .

Mendengar itu , Vigo dan Luwhiie yang kebetulan letaknya paling dekat ke arah itu pun , mendekatinya dan membuka semak-semak yang sebagian telah terbakar .
Tak ada seorang pun disana .

" Ga ada tuh sat " Ujar Vigo heran .

" Ke geeran doang kali " Timpal Phil lagi .

" Tapi gue ngerasa feeling ga enak tadi disana " Sahut Satria lagi .

Selama teman-temannya berdebat , terlihat Nao mendekati lokasi itu dan berjongkok untuk mengamatinya

" Mungkin dia benar " Ujar Nao , membuat teman-temannya pun langsung melihatnya .

" Bagaimana kau tahu itu ? " Tanya Netha sambil mendekati Nao

Nao memperlihatkan sebuah daun yang berukuran cukup besar . Tampak ada bekas pijakan sepatu disana . Melihat itu , suasana pun kembali menjadi hening

" Gue makin ngerasa ga enak aja nih " Ujar Celesta sambil menggigil . Sementara Kazuhiro hanya menggaruk kepalanya .

" Jahatnya , begitukah cara kalian menyambut tamu? "

Tiba - tiba , terdengar suara yang tak jelas darimana asalnya , membuat semuanya pun langsung bersiap siaga dan memasang posisi . Mereka tampak mengelilingi Iza yang tengah mengobati MyChan.

" Siapa itu ? " Seru Satria sambil memandangi sekelilingnya

" Kalau ingin temanmu itu sembuh , sebaiknya gunakan obat ini " Sahut suara itu lagi .
Tak lama kemudian , terlihat ada sebuah botol terlempar dari arah selatan yang langsung ditangkap leh Netha . Botol itu tampak berwarna kebiruan .

" Kau kira bisa menipu kami ? " Seru Celeste .

" Tidak , mungkin dia memang benar " Ujar Mariposa sambil memegangi botol itu ,

" Bagaimana kau tahu Mar ? " Tanya Kazuhiro tak percaya

" Aku tau obat ini . Aku pernah mempelajarinya dulu waktu aku dan Netha berada di desa Petir . Lo ingat ga ? " Tanya Mariposa sambil menyerahkan botol itu kepada Netha . Netha menerimanya dan mengamatinya .

" Oh iya , inikan obat langka yang katanya hanya di desa petir . " Serunya sambil menjentikkan jari . Mariposa mengangguk

" Jadi , kita bisa menggunakannya ? " Tanya Juki . Mariposa dan Netha mengangguk .

" Cobalah " Ujar Netha sambil melemparkannya kepada Juki . Juki menangkapnya dan meminumkannya kepada MyChan . Sesekali tangannya terlihat gemetaran , mungkin karena dia masih ragu tentang khasiat obat itu . Tak lama , terlihat MyChan terbatuk kecil .

" Untunglah " seru Chansey sambil memeluk MyChan

Sejenak , suasana mulai kembali normal , karena melihat kondisi MyChan yang mulai membaik .
Tetapi , suasana itu tak bertahan lama , karena tiba-tiba muncullah seseorang yang menggunakan jubah turun di antara mereka .
Melihat itu , mereka pun refleks menjauh sambil tetap memasang posisi .

" Siapa kau ? " Seru Juki . Orang itu tertawa .

" Kayanya gue emang benar-benar dilupain " keluh orang itu sambil mengangkat tudung kepalanya . Melihat itu , suasana pun menjadi hening .

" Bima ? " Seru Reihn , tak percaya 

Chapter 37

Posted in
Pepohonan tempat sumber suara itu pun bergerak . Semakin lama semakin kuat , hingga muncul seseorang memakai baju mata-mata dengan membawa sebuah kipas . Melihat kipas itu , muka Kazuhiko pun memucat .

" Mata-mata ? " Ujar Netha heran .

" Tunggu apalagi ? Ayo cepat serang dia ! " Seru Phil

" Cepat menyingkir dari sini ! " Seru Kazuhiko mencegah teman-temannya .

Namun , tampaknya ucapan Kazuhiko itu percuma , karena mata-mata itu sudah mengangkat kipasnya dan bersiap untuk mengayunkannya . Melihat itu , Kazuhiko pun segera membisikkan sesuatu kepada Aitor . Aitor yang semula keheranan , lalu mencoba untuk mengangguk . Dia pun mengarahkan tangannya ke belakang .

Tak lama kemudian , kipas itu pun terayun , mengakibatkan serangan angin yang cukup kuat , sehingga membuat pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi roboh . Sementara yang lainnya tampak berusaha untuk tetap berdiri dengan tegap karena angin yang ditimbulkan cukup untuk membuat mereka goyah .

" Anginnya terlalu kencang ! Aku tak bisa berjalan ! " Seru Nao sambil memegangi Kazuhiro dan Celeste . Mereka bertiga , begitu juga dengan yang lainnya , kelihatannya berusaha mati-matian untuk tetap berdiri .

Seakan belum puas , mata-mata itu pun kembali mengangkat kipasnya dan mengayunkannya kembali . Terasa tiupan angin itu semakin kencang , mengakibatkan beberapa pohon berterbangan di udara . Reihn yang ngeri melihat pemandangan itu hanya bisa bersembunyi di belakang Satria , sementara Mariposa hanya terdiam sambil memegangi lengan Netha .
Tetapi , semakin lama , hembusan angin itu terasa semakin tidak wajar , karena semakin kencang , mengakibatkan Nao mulai melayang terbawa angin .

" Gawat ! Nao ! " Seru Celesta panik melihat Nao mulai terbang terbawa angin . Celeste yang kebetulan saat itu tengah berada di dekatnya pun langsung memegangi tangannya untuk menariknya kembali . Tetapi dia juga justru ikut terbang terbawa .

" Bah , kok lo malah jadi ikutan melayang ! " Seru Kazuhiro sambil memegangi lengan Celeste .

" Percuma ! " Seru Kazuhiko . Netha menoleh kepadanya dengan tatapan heran .

" Maksudmu ? " Tanyanya lagi .

Belum sempat Kazuhiko menjawabnya , mata-mata itu sepertinya akan mengayunkan kipasnya lagi . Menyadari kalau tak mungkin untuk menghindar ataupun menyerangnya , Satria pun berbalik arah dan berteriak .

" Semuanya , berpegangan ! " Seru Satria sambil memegang lengan Reihn dan Phil .

Tak lama setelah Satria berkata demikian , hembusan angin yang lebih kuat pun datang , mengakibatkan mereka semua terbawa oleh hembusan angin .

" Sekarang ! " Seru Kazuhiko kepada Aitor . Aitor pun langsung mengepalkan tangannya dan mengarahkannya ke belakang . Terbentuklah jaring-jaring raksasa yang melilit beberapa pohon besar yang masih tetap tegak berdiri . Karena ukurannya yang cukup besar , membuat semuanya langsung mendarat di jaring-jaring itu . Sementara Kazuhiko pun mengucapkan semacam mantra , mengakibatkan lubang-lubang jaring buatan Aitor pun menjadi mengecil , sehingga mirip seperti sebuah kain . Melihat semua itu, Juki pun menjentikkan jarinya .

" Aku mengerti ! " Seru Juki sambil memegang telapak tangan kirinya seakan sedang berdoa , lalu terasa sebuah aura yang cukup menusuk keluar di sekelilingnya , dan terlihat ada aura berwarna merah mengelilingi kedua tangannya . Lalu , dia pun mengayunkan kedua tangannya ke belakang , lalu kembali mengayunkannya kembali ke depan dengan cepat , mengakibatkan terjadi hembusan angin yang bertolak belakang dengan arah dari hembusan yang dibuat oleh mata-mata itu .

Karena hembusannya cukup kuat , mengakibatkan mereka semua pun kembali terlempar ke arah depan , mengabaikan mata-mata yang tampaknya kesal melihat mereka bisa melewati dia .
Mereka pun tetap terbang dan dengan sekejap , melewati hutan itu dengan mudah .

" Jadi trampolin ? hebat juga ide lo Kazu " Puji Aitor sambil memegangi lengan Mariposa dan Neo . Kazuhiko hanya tertawa .

" Baiklah , gue akuin ide lo emang hebat , tapi sekarang bisa jelaskan bagaimana caranya kita mendarat di batu-batu itu ? " Ujar Netha sambil menunjuk ke arah depan .
Tampak ada kumpulan tebing batu curam di hadapan mereka . Melihat itu , suasana yang tadinya tenang menjadi kembali gaduh .

" Ya ampun , gue belum mau mati muda ! " Seru Coco panik .

" Gak lucu nih , kalo kita masuk koran dengan tulisan " MATI KONYOL KARENA BERTABRAKAN DENGAN TEBING " Seru Gen tak kalah paniknya .

" Gue rasa itu lebih baik , karena kenyataanya kita akn MENDARAT dan bukan BERTABRAKAN " Seru Luwhiie sambil menoleh ke bawah .

Tak lama setelah Luwhiie berkata demikian , terasa hembusan angin yang tadi membawa mereka pun menghilang , membuat mereka pun terjun bebas .

" Ampun , gue masih mau hidup ! " Seru Neo yang tampaknya sudah mulai kehilangan ketenangannya.

" Mar , bantu gue ! " Seru Nelve sambil menarik lengan Mariposa , lalu membisikkan sesuatu . Tak lama setelah itu , meski ragu , Mariposa pun mengangguk .

" Siap ? " Ujar Nelve . Mariposa kembali mengangguk .

" Kalian mau apa ? " Tanya Vig heran , tetapi tak dihiraukan oleh mereka berdua .

" Sekarang ! " Seru Nelve . Dia pun langsung mengarahkan tangannya ke semua arah , mengakibatkan semuanya berada di dalam suatu tudung pelindung, kecuali Mariposa. Sementara itu, Mariposa langsung memutar tubuhnya searah jarum jam , mengakibatkan ada hembusan angin yg cukup kuat darinya dan membuat pelindung milik Nelve melayang pelan di atasnya .
Lalu , perlahan tapi pasti , mereka pun mendarat dengan selamat di antara tumpukan bebatuan curam itu.
Melihat hal itu , mereka semua pun bersorak gembira .

" Syukurlah , karena gue masih belum punya niat buat mati " Ujar Juki sambil menghela nafas lega .

Namun , suasana itu tampaknya diusik oleh sebuah suara dari arah tebing batu yg lain . Mendengar itu , mereka semua pun langsung memasang posisi.

" Lagi ? Astaga " Keluh Vigo sambil mempersiapkan senjatanya .

" Siapa itu ? ' Seru Juki sambil memberi isyarat kepada Netha untuk berada di sampingnya .
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Chapter 36

Posted in
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tak lama setelah Chansey berkata demikian , terasa hawa dingin mulai menusuk di sana .
membuat Coco dan Luwhiie menggigil kedinginan, Reihn memegangi lengannya , Vigo merapatkan jaketnya , sementara Nelve dan Chansey saling duduk berdekatan untuk menghilangkan rasa dingin .

" Nih kenapa lagi kok tiba-tiba hawanya bikin gue masuk angin " Ujar Coco sambil menggosok kedua tangannya .

" Lihat saja , " Sahut Kazuhiro sambil menunjuk ke arah samping kiri pohon itu .
Tak lama kemudian , terdengar suara berisik dan gemuruh seperti suara batang pohon yang berjatuhan , lalu terlihat ada sebongkah es besar disana , setelah menumbangkan beberapa pohon yang menghalanginya . Coco menyipitkan matanya , mencoba memastikan pandangannya .

" Rasanya gue kenal sama es itu " Ujar Coco lagi .

Tak lama setelah Coco berkata demikian , terlihat ada Gen dan Netha yang keluar dari tumpukan ranting pohon yang menutupi es itu .

" Gen ! Netha ! " Seru Vigo . Dari kejauhan , mereka hanya menanggapi panggilan Vigo dengan lambaian tangan , sebelum mereka sibuk membersihkan ranting pohon lalu membantu bangun yang lainnya .

" Wah , parah lo gen , tindakan lo ini bener-bener ga cinta bumi banget " Ujar Coco sambil memandangi ranting-ranting dan batang pepohonan yang bergelimpangan disekitar bongkahan es raksasa ciptaan Gen . Dia hanya tertawa

" Toh ga gue giniin pun , mereka pasti bakalan jatuh duluan untuk ngehambat perjalanan , jadi daripada  kelamaan , mending gue rubuhin aja semuanya skalian " Sahut Gen disela-sela tawanya .
Coco hanya menggelengkan kepalanya . Netha hanya melihat sekitar , dan menghitung berapa orang yang telah berkumpul disana .

" Berarti ,kurang kelompoknya si Satria saja ya yang belum ada " gumam Netha sambil memegangi dagunya .

" Iya , dia dimana ya " sahut Reihn sambil menggaruk kepalanya .

" Gue juga heran , harusnya mereka ga bakalan selama ini " Tambah Kazuhiro .

" Atau mungkin ada apa-apa dengan mereka ? " Ujar Phil ragu , membuat semua teman-temannya menoleh ke arahnya .

" Jangan ngomong gitu deh , bikin tambah surem suasana aja " Sahut Coco kesal .

" Hei apa itu ? " Seru Luwhiie sambil menunjuk ke atas

Mendengar itu , mereka pun serempak mendongakkan kepalanya ke atas . Terlihat ada sesuatu yang turun dari langit . Entahlah , seperti bola ? Tapi kok lebih lonjong ya ? Kalau hujan pun tak mungkin , karena tetesan air tak mungkin sebesar itu .
Melihat itu , mereka pun ribut menerka-nerka benda apakah itu .

" Batu ? " Ujar Coco . Teman-temannya menggelengkan kepalanya tanda tak setuju

" Monster ? " Ujar Phil , membuat teman-temannya terdiam tuk sesaat .

" Bisa jadi , siapkan senjata kalian ! " Ujar Vigo . Namun saat mereka akan bersiap -siap , tampak Kazuhiko dan Celesta tetap diam dan menatap ke atas .

" Kalian mau bengong sampai kapan ? Buruan siapkan senjata ! " Seru Luwhiie heran . Celesta dan Kazuhiko hanya saling berpandangan

" Hah ? buat apaan ? " Tanya Kazuhiko heran .

" Bisa saja itu musuh kan ! " Seru Mariposa kesal .

" Kalian gila ? Bukannya itu Juki ? " Ujar Celesta tak kalah kesal , membuat teman-temannya terdiam , lalu kembali menoleh ke atas .
Samar-samar , terdengar suara jeritan seseorang .

" Astaga ! Itu memang mereka ! " Seru Reihn terkejut .

" Siapkan jaring , atau apa saja ! " Seru Coco panik .

" Tak perlu , kalian tangkap saja mereka satu-satu ! " Seru Kazuhiro . Coco sempat ingin memprotes , tetapi sebelum dia sempat mengatakannya , dia sudah ditimpa oleh Celeste yang telah terjun bebas dari atas sana .
Sementara itu , tampak Vigo berhasil menangkap Neo , walau akhirnya ditimpa juga oleh Nao , Luwhiie dan Celesta berhasil menangkap Juki tanpa terjatuh , Netha berhasil menangkap Aitor , sementara Satria terjatuh dengan bebas tanpa ada seorang pun yang menangkapnya .

" Duh pembunuhan masal ini namanya " Keluh Coco . Celeste pun buru-buru terbangun dan membantu Coco bangun .

" Sial , gue g ada yang bantuin " Keluh Satria , yang langsung dibantu bangun oleh Netha

" Kalian , mengapa bisa seperti ini ? " Tanya Netha heran .

Sebelum Satria akan menjawabnya , tampak terdengar suara gemerisik dari arah hutan , membuat mereka langsung memasang posisi

" Siapa itu ? " Seru Neo sambil mendorong Mariposa agar segera berada di belakangnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------