Follow me on Twitter RSS FEED

12 AM :)

Posted in

Riko : “ Sudah ah kok malah jadinya rame gini . Bye panda ! “
Nesya : “ Hahasem , bye juga monyet ! “

Nesya tersenyum senang . Memang , tak ada hal lain yang membuatnya lebih bahagia bila dibandingkan dengan berantem bersama Riko , teman dunia gamenya .
Dia merentangkan tangannya , dan melirik ke arah jam dinding panda yang terpajang cantik di dinding kamarnya  yang terlihat menunjukkan jam 12 malam . Senyumnya jadi menghilang .
“ Pantas saja si jelek off , ternyata sudah jam segini “ gerutunya sambil menekan tombol turn off pada komputernya .

Rutinitas seperti ini sudah berlangsung selama setahun yg lalu , berawal dari keinginan untuk mengisi liburannya yang panjang tanpa berkunjung kemanapun , Nesya pun mencoba mencari game online untuk membuang rasa sepinya . 
Dan siapa sangka , dari game itu dia berkenalan dengan Riko , cowo Makassar yang usil dan periang , yg akhirnya sedikit mulai sedikit mulai mengisi relung hatinya . Dan sepenggal chatting di atas tadi merupakan gambaran kecil tentang keakrabannya dengan Riko selama ini .

Nesya tersenyum kecil bila mengingat pertemuan pertamanya dengan Riko . 
Saat itu dia masih kebingungan untuk memainkan karakternya karena dia memang belum pernah sekalipun memiliki pengalaman di dunia game . 
Pada saat itulah , Riko datang dan mulai mengajari dia cara memainkan gamenya secara keseluruhan dengan sabar .
Dan karena Nesya memiliki sifat yang sedikit jahil , dia pun iseng menggodanya dan meledeknya tanpa ada maksud apapun . 
Tetapi siapa sangka , Riko justru menanggapinya hingga akhirnya mereka selalu saling meledek seperti sekarang .

Tak heran , banyak sekali teman-temannya yang mengira kalau mereka telah berpacaran . Nesya menghela nafas .

“ Wkwk gue sama Riko pacaran ? Andai saja beneran ya “ gumamnya dalam hati .
Tiba-tiba , dari luar kamar Nesya terdengar suara hentakan kaki
“ NESYAA CEPAT TIDUR ! KAU KIRA SEKARANG JAM BERAPA ! “
Mendengar suara teriakan itu , Nesya pun terburu-buru menyembunyikan tubuhnya ke dalam selimut .

“ Jadi . . ada berita baik apa hari ini ? “
Mendengar itu , Nesya hanya bisa mengaduk-aduk mienya dengan kesal . Pertanyaan Ruri , sahabatnya ini seakan meledek dirinya .

Bagaimana bisa ada  berita baik ? Kalau dia tadi terbangun jam setengah 7 , nyaris tidak kebagian angkutan umum dan juga nyaris kena hukum oleh guru BK ?
Baiklah mungkin bagian terbaiknya adalah Nesya berhasil sampai di sekolah (terutama di kelas) dengan selamat ,
Walau dengan rambut acak-acakan dan keringat di mana-mana .

“ Eee , baiklah . Gue ralat . Jadi , ada perkembangan terbaru apa hari ini ? “ Ralat Ruri , sambil mengaduk es teh manisnya yang baru saja datang .

Mendengar itu , Nesya tersenyum lebar “ Maksud lo , antara gue sama Riko ? “ Tanyanya semangat . Ruri hanya mengangkat bahu

“ Terserah deh , asal lo ga cemberut lagi kaya tadi . Jelek banget tau “ Jawab Ruri pasrah . Nesya tertawa .

“ Ya , habisnya elo sendiri sih . Ngasih pertanyaan kok bego bener , udah tau gue daritadi kena kesialan berturut-turut masih aja ditanyakin ada kabar baik ga ? Minta gue giling kali ya elo“ Cerocos Nesya membuat Ruri tertawa .

“ Oke oke , sorry , jadi ? Ada ga nih ? “ Tanya Ruri balik . Mendengar itu , mood Nesya pun kembali dan dia kembali tertawa .

“ Ya biasalah , ledek-ledekan gitu , “ Jawab Nesya sambil cekikikan  . Melihat sahabatnya begitu semangat menceritakan tentang “gebetannya” itu , Ruri hanya menghela nafas dan memasang muka tak tertarik . Melihat itu , Nesya menjadi kesal

“ Lo ini apa-apaan sih !  Ngeliat temennya lagi seneng bukannya ikutan seneng malah bete gitu ! “ Seru Nesya kesal . Ruri tertawa melihatnya

“ Ya iyalah Nesya sayang , gimana gue ga bete kalo setiap lo cerita , gebetan lo itu selaluuuuuu aja dari dunia maya . “ Sahut Ruri sambil menyentil hidungnya . Nesya kembali manyun .

“ Ya suka-suka gue dong ! Mau cari cowo dimana , itu kan hak hak gue juga ! “
Mendengar itu , Ruri menjadi semakin pusing .

“ Ya ampun Nes , sadar dong . Kenapa ga lo coba sesekali nyari di dunia nyata ? Ga baik tau terlalu terpaku ke dunia maya . Lagian orangnya ga begitu jelas kebenarannya , “  Ujar Ruri.

Mendengar itu , Nesya menjadi terhenyak . Dia menghentikan aktivitas makannya .

“ Maksud lo ? “

“ Ya bisa aja kan , kalo sebenarnya si Riko itu om – om , duda beranak dua , ato mungkin kakek-kakek ? “
Mendengar itu , Nesya pun menjadi semakin tak bisa membendung tertawanya . Melihat itu , kini giliran Ruri yang manyun melihatnya .

“ Rese lo ah ! Orang lagi khawatir malah diketawain ! “ Solot Ruri kesal . Nesya pun berusaha meredam tertawanya .

“ Ya habis lo aneh-aneh aja sih ! Tenang aja Ruri , gue tau kok . Dia cuma buat have fun aja ! Buat pacar asli sih , gue akan nyari di dunia nyata , lagian , gue masih doyan sama cowo di dunia nyata kok “ Ujar Nesya di sela-sela tawanya . Ruri mendengus

“ Have fun ato kepincut hm ? “  pancing Ruri yang langsung disambut oleh lemparan sedotan Nesya .
Tak lama kemudian , terdengar suara bel tanda istirahat siang telah berakhir .

Mendengar itu , Nesya dan Ruri pun menjadi panik.
“ Mampus , mana mi gue belum habis lagi “ dumal Ruri kesal sambil mempercepat memakan mie nya . Sementara Nesya berusaha untuk menghabiskan es teh manisnya .

Konflik last part XD

Posted in

TEPAT PADA HARI H

Liz berlari dengan susah payah sambil membawa sebuah keranjang.
Agaknya konsumsi?

" Dhelz, tunggu aku! " serunya.
Di depan, ada Dhelz yang berlari sambil membawa kresek hitam
" Ahh cepet! udah mau mulai!! " serunya lagi.

Mereka tampak memasuki stadion yang cukup megah.
Ya, disanalah pertandingan berlangsung.

" Ahh dimana ruangannya? " seru Liz sambil melihat 1 1 ruangan yang ada.
Mereka pun kebingungan sendiri.
``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Di lapangan (tepatnya di dalam stadion)

Erbit mendriblle2 bolanya asal2an.
" Lagi bete nih? " ujar Gerhana.
Dia sudah hafal betul, bila si Erbit mendriblle bola asal2an, pasti ada sesuatu.

" Yah gimana g bete, mana tuh 2 orang? " serunya sambil menshoot bola ke Gerhana.
" Ya ya " timpal Nibras, sambil duduk termenung.
" Kita doakan saja. Semoga mereka menemukan lapangan ini " ujar Gerhana lagi.
" Pertandingan akan dimulai 25 menit lagi! " sahut Anisa.

Gerhana menghela napas " masih ada cukup waktu. kau bisa tenang sedikit " ujarnya sambil menepuk pundak Erbit, walau sebenarnya dia juga cukup khawatir.

" Yah, tinggal berdoa. " ujar Erbit sambil berjalan2.

Para peserta memang tidak boleh keluar dari lapangan.
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Mereka masih terseok2.

" HUWAAAAAAAAAAA DI MANA???????? " Jerit Liz sambil terus mencari.
" AKU JUGA G TAU~~~!!!!! " balas Dhelz.
Mereka jadi histeris di sepanjang jalan, dan menarik perhatian orang2 di sana.

" Berulang kali q buka pintu, eeeeh yg ada toilet lah, gudang lah, tokeeeeeek " ujar Liz kesal.
" jah ini gara2 si Erbit ninggalin kita! awas aja kalo ketemu! " ujar Dhelz sambil meninju tiang di sebelahnya. Jadinya lumayan retak.
Dia memang kalau marah lumayan berbahaya.

" Itu mereka! "
" Cepat tangkap! "

Liz dan Dhelz menoleh berbarengan.
Rupanya anggota tim Yang yg kurang ajar itu mengejar mereka.
" Pliss deh jangan sekarang knapa? " ujar Liz heran.
Buru2 Dhelz menarik tangannya dan berlari.

" MEREKA KABUR! "
" CEPAT KEJAR! KEJAR! "

" Woi Dhelz! ngapain kabur! ayo kita lawan~! " seru Liz meonta2.
" ngurusin mereka cuma ngebuang2 waktu aja. yg penting kita harus menemukan dimana mereka kan " ujar Dhelz sambil terus berlari.
" Ah terserah " ujar Liz sambil mengikuti langkahnya.
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Erbit makin gelisah. Berulang kali dia memutar2 di tempat yg sama.
Begitu juga dengan Gerhana. Dia tampak sangat bingung sambil memutar2 bola.
Nibras berusaha tenang. Sementara Anisa berulang kali mencoret2 scratchbooknya, untuk mengusir rasa gelisah.

" BAGAIMANA INI? KITA KEKURANGAN 1 PEMAIN!! " Seru Erbit sambil mengguncang2 badan Gerhana.
" Sabarlah! mungkin sebentar lagi! ini juga gara2 kamu yang buru2 kan " sahut Gerhana.
" Jadi kau menyalahkan aku? "
" iya! "

" SUDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH DIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAM " Seru Anisa menengahi.
" Di saat seperti ini jangan bertengkar. kita harus tenang dan memikirkan jalan keluarnya " saran Nibras.

Mereka mendesah
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
" Sampai kapan kita harus kucing2an seperti ini? " seru Liz yang mulai kelelahan.
" Sampai kita menemukan ruang tempat mereka bertanding! " seru Dhelz.
Mereka makin mendekat, sementara energi untuk berlari hampir habis.
" Ukh terpaksa deh " Dhelz lalu mengambil ikat kepalanya.
" Woi jangan bilang kalau "
" Terpaksa " sahut Dhelz.

Setelah memakainya, dia pun berhenti, dan menghajar kedua anggota tim Yang itu dengan membabi buta. " Itu sebabnya aku khawatir " gumam Liz.
Tau2 dari belakang ada yg hendak memukul Liz dari belakang.
Spontan Liz menghindar dan memukulinya juga (walau tidak bisa dibilang ilmu karate)
" Sampai kapan kita begini? " seru Liz sambil terus menghindari pukulan orang itu.
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
" NO MORE TIME!!!!!!!!!!!!!! I CAN'T THINK AGAIN GREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH " Seru Gerhana sambil memukul2 tasnya.
" OMG 5 menit lagi!! " seru Nibras
" Mana mereka??? " ujar Anisa.
Hanya Erbit yang duduk tenang.
" Kenapa kau bisa tenang2 saja ? " ujar Gerhana menahan gusar
" Karena aku capek mau panik2. harus hemat tenaga untuk pertandingan final "
" Alasan yg cukup masuk akal " ujar Nibras sambil menggaruk2 kepalanya

" 3 menit lagi " gumam anisa sambil megusap dahinya.
" Whatever . . . "
```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Kembali lagi ke Liz n Dhelz

" Mameeeen bisa ga sih rusuhnya ntar aja ! " seru Liz sambil berusaha menghindari serangan musuh yg terlalu menggila.
" Kalau bisa gitu mah kita g bakalan berurusan sama orang2 bodoh ini lagi. " sahut Dhelz sambil menghindari serangan musuh.
" Tim Yang kurang ajar ! dah dikasi ati sama Erbit masi bertindak kaya gini ! tokek ! onta arab ! " ujar Liz kesal.

" Wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa toloooooooooooooong ada perusuh disiniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii "

tiba2 ada suara teriakan seseorang.
otomatis si perusuh itu pun kabur.
(takut dihajar masa hahaha :D)

" siapa tuh yg tadi teriak ? " tanya Liz pada Dhelz, karena dia tau itu bukan suara Dhelz.

" Itu akui " ujar Cici sambil tersenyum jahil

tiba2 ada sekelompok anak yg muncul dari balik dinding.

" eh kalian "

belum sempat mereka berkata apa2, tangan mereka sudah ditarik duluan oleh mereka.

" G ada waktu buat ngomong2. sekarangs saatnya untuk menuju lokasi dimana Erbit dan kawan2 berada ! "
```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
PRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT

" Damn, Shit ! sudah g ada waktu lagi. " umpat Gerhana sambil meninju dinding.
" Pasrah mode " gumam Nibras pelan.
" Akankah ada keajaiban ? " ujar Anisa sambil berdoa dalam hati.

Mereka pun berjalan menuju lapangan.

" Lho, kenapa cuma ber4 ? dimana anggota tim kalian satunya ? " tanya wasit heran.
" SHIT ! " umpat Gerhana dalam hati.
" Mati deh " gumam Nibras dalam hati.
" Eh itu... "

" MAAF TERLAMBAT ! "

tiba2 ada suara seseorang yg sudah sangat ditunggu2.

" Anggota Tim Basket YIN bernama Dhelz telah tiba ! " ujar Dhelz sambil melompat langsung ke arah lapangan (terjun dari kursi penonton)
" WUAAAAAAAAAAAAAAA AKHIRNYA DATANG JUGAAAAAAAAAAAAAAAA " Seru Gerhana yg tak bisa lagi menahan rasa leganya
" Untunglah dewi fortuna masi berpihak pada kita " ujar Anisa sambil menghela napas lega.
" Darimana aja kau ? " tanya Erbit sensi.
" Nanti kuceritakan. sekarang kita tampil dulu " ujar Dhelz

" Go Yin Go Yin GO !!!!!!! " sorak Liz, Cici, Pagi, Chink, Ayu, Ashura, Benam, Eja dan Yogie di trimbun khusus untuk pendukung.

" Lho, kok ? "
```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Dan akhirnya. .

tim Yin pun meraih kemenangannya dengan gemilang.
tepuk tangan pun membahana.
jerit kebahagiaan terdengar disana sini.
walau tak jarang aada suara sinis juga.

" YIN MENAAAAAANG HOREEEEEEEEEEEEEEEE " seru Gerhana sambil memeluk Ashura dan Liz.
" Hebaaaaaaaaaat horeeeeeeeeeeeeee " seru Chink sambil memeluk Dhelz kegirangan.
" Kau memang hebat Erbit ! " ujar Benam sambil bertoss ria dengannya
" udah kuduga kau pasti bisa " ujar Eja sambil bersalaman dengannya.
" Thanks semua. tapi ini g akan bisa sebelumnya tanpa dukungan yg heboh dari tim suporter kita n kerjasama tim "
" No problem " sahut Nibras
" It's little fun " kata Anisa sambil tersenyum lebar.
" Ini memang favoritku " ujar Gerhana sambil tertawa senang.

Tiba2, dari kejauhan, tampak Tim Yang sedang panas.

" Eh, kira2 mereka ngomongin apa ya ? " ujar Yogie sambil menyikut Liz
" Mungkin saja mereka kecewa karena usaha mereka untuk menggagalkan kita untuk ke 3 kalinya gagal. " sahut Dhelz.
" Maksudmu ? " sahut semuanya kecuali Liz
" Wah apa ya ??? aku lupa siii " Ujar Dhelz sambil berlagak sok bego.
" DASAR PELIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT "
```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````

Konflik part 5 :)

Posted in

" 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10,,,,, " Dhelz menghitung total suporter tim mereka.
" Bagaimana perkembangan suporter kita? " tanya Liz pada Dhelz, sambil mengaduk-aduk sup untuk makan siang tim Yin.
(sebenarnya mereka ini Humas ato manajer sih? )
" Yaaah, yang membatalkan semuanya. " ujar Dhelz sambil mengangkat bahu.
" Ooooh baguslah " sahut Liz.


HENING SESAAT


" APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA? SEMUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA? " Seru Liz sambil mengguncang-guncang tubuh Dhelz.
" Sudah kuduga akan begini. " uhar Dhelz.
" BAGAIMANA BISA?/ KAU TAU, PERTANDINGANNYA KAN LUSAAAAAAAAAA! " sambung Liz lagi.
" Ya mana kutau! " ujar Dhelz sambil beranjak ke arah dapur.
" TIM YANG SIALAAAAAAAAAAAN! " Seru Liz sambil membanting bantal.
" Ouyyyyyyyyyyy, supnya kepanasan nih! "
" CELAKA, AKU LUPA MATIIN KOMPORNYA!!!! "
``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
" PUANAAAAAAAAAS! " Seru Erbit sambil mengaduh kepanasan saat menyendok sup.
" Ini sup ato Lahar? panas amat! " sambung Nibras sambiil meniupi supnya.
Liz cuma meringis.
" Kalian banyak komentnya, padahal dimakan juga " celetuk Anisa yang tampak menikmati sup meski dari raut mukanya terlihat kepanasan juga.
Erbit dan Nibras cuma meringis.

" Wah, kayaknya ada yg makan besar niiih " ujar Ashura sambil keluar dari ruangan tim Medis.
" Hei, Ashura! Gabung yuk! " ajak Dhelz sambil menyodorkan semangkuk sup padanya.
" Wah kebetulan. Tadi pagi aku belum sarapan nih " sahut Ahura sambil menuju Dhelz.
Tetapitiba-tiba Cici dan Chink mengekor di belakangnya.
" WEI WEI WEI! Siapa tuh di blakang? " tegur Erbit jail sambil menunjuk ke arah mereka.
" Curang. Ashura aja yg diajak " ujar Chink sambil cemberut.
Cici mengiyakan.

" Iya-iya, ni ambil juga " sahut Liz sambil memberikan 2 mangkuk sup pada mereka.
" YAAAY! " Seru Cici dan Chink senang.
" Ngomong-ngomong, gimana soal suporter? " Tanya Yogie yang langsung membuat Dhelz dan Liz tersedak. " UHUK UHUK! ap... apa? " tanya Liz dan Dhelz berbarengan sampai membuat Yogie terheran-heran.
" Suporter! " ulang Yogie.
" Emmm itu.... " Liz menjawab dengan penuh kebingungan
" Pasti, dibatalin semua ya? " sahut Erbit.
JLEB!
Betul banget!
" Ehhhh emmmm iya " sahut Dhelz sambil memutar-mutar tangannya.
" Ya sudahlah. Toh yang penting kita punya suporter " celetuk Nibras.
Liz dan Dhelz pun kebingungan. " Siapa? "
" Chink, Ayu, Ashura, Yogie, Cici "
GUBRAK!
```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
" di sinilah mereka berlatih "
" Cari kelemahannya! "
```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Sesaat kemudian, mereka pun kembali berlatih.
" Kita pakai sistim 3 on 2! " ujar Yogie sambil meniup peluitnya.
Dan mulailah mereka beraksi.
Tim Erbit ( Erbit, Anisa, n Nibras ) VS Tim Dhelz ( Dhelz dan Gerhana )

" Dhelz cukup pintar juga ya " ujar Ayu, yang baru datang ke Liz.
" Yah begitulah. " jawab Liz sambil memandang lapangan.
" Tapi masih dibelakang Erbit tuh.,.. " ucap Chink meledek.
Spontan, Dhelz melempar bola basket ke arahnya.
Untung Chink bisa menghindar.
Dan bola pun melesat ke luar, dan membentur seseorang.
" ADAAAAAAAAAAAAAAAOW! "

" Upz " ucap Dhelz, sambil menjulurkan lidahnya.
Sepertinya mereka masih agak kaget dengan serangan bola melayang itu.
Hanya Liz yg tenang-tenang saja.
Ashura berlari keluar.
" Lemparan bagus Dhelz! " seru Ashura sambil mengacungkan jempolnya.

Tentu saja hal itu membuat mereka bingung.
" Kau tidak alig kan? " ucap Nibras sambil mengerutkan kening.
" Gag diobati? " sambung Erbit.
" Hah? buat apa? Toh, yang kena mata-mata tim Yang " ucap Ashura santai sambil menyeret seseorang.
Mereka melongo " APAAAAAAAAA! "
Yogie cuma tersenyum geli.
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
" Nah mau diapain nih? " ujar Chink sehabis mengikat mata-mata itu.
" Bunuh! " seru Nibras
" Hajar! " sahut Anisa
" Mutilasi! " seru Gerhana
" Beleh! " Sambut Dhelz
" Semua! " sahut Erbit.

" Emm, apa tidak ada ide yg lebih.. yah... waras? " sahut Cici.

Tampak mata-mata itu ketakutan.
Ayu tampak berbinar-binar.
" Lebih baik, kita suruh dya memberi tau hal-hal yg berhubungan dengan tim Yang! " usulnya.

Semua melongo, lalu berteriak " SETUJU! "

" TIDAAAAAAAAAAAK! AKU TIDAK AKAN BERITAHUUUUUUUUUU! " seru mata-mata itu sambil meronta-ronta. mencoba melepaskan diri.
Untung saja ikatan Chink kuat.

" Ooooooh njaluk kesruh yaaa " ujar Gerhana sambil mengacungkan pisau.
" Erbit, bantu aku pegangi dia " ujar Gerhana sambil tersenyum iblis.
" Oke! " sahutnya.

Muka mata-mata itu langsung pucat.

" TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK "
```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
si mata2 itu masih saja keheranan.
Ternyata Gerhana hanya melepaskan ikatan tali Chink.
" Mana mungkin aku berselera memutilasi kamu! Cih " ujar Gerhana sambil berlalu.
" Nah, sekarang bisa jelaskan? " tanya Ayu sambil tersenyum.

dia hanya terdiam.

" yah sudahlah. " ujar Erbit sambil meneguk air dari botol.
" kami telah menyogok panitia "
Sontak Erbit menyemburkan air yang baru saja akan ditelannya ke arah Chink.
" ERBIT GEBLEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEK. SIALAN KAU!!!!!!!!!!! " Seru Chink sambil memukulinya menggunakan buku kamus tebal.
(wah pasti sakit tuh)

" Adaw! ahh whatever! apa katamu tadi? PANITIA LO SOGOK? LO TUH TIM MACAM APAAAN! " Seru Erbit sambil berusaha memukulinya, kalau saja tidak ditahan oleh Dhelz dan Gerhana.
" Eh sabar Erbit. Dia belum ngejelasin semuanya " uhar Cici sambil berjalan bingung.
" AAAH TERSERAH POKOKNYA HMMMMMMMMMMF FMFMFMGHJFDGJDSYRE " tiba-tiba datang Cha (membekap mulut Erbit) dan Pagi.
" Tak perlu berkata2 lagi " ujar Cha sambil berlalu.
" ASTAGA ADA PANITIA DAN WAKIL PANITIA " Seru Chink kaget.

" sudahlah. kau tak usah menebar fitnah. kami memang pernah akan disogok. tetapi, kami tidak menerimanya " ujar Pagi sambil berkata tepat di muka mata2 itu sambil menunjuknya.
" Sabar Gi sabar " ujar Cha sambil berusaha menarik Pagi.

" Jadi? bagaimana ini? apa kita keluarkan tim Yang? " ujar Pagi.
Mata2 itu hanya menunduk. pasrah.
" TIDAK " Seru Erbit.
Semua terbelalak sambil menoleh ke arahnya.
" Kami sudah mati2an berlatih hanya untuk kompetisi ini. Jadi, bila kompetisi ini gagal cuma gara2 hal sekecil ini, ini sangatlah bodoh! " tambah Erbit berapi-api.

" Ya itu betul. " tiba-tiba Yogie muncul.
" Yogie? dari mana saja? " ujar Liz kaget.
" Yah, baru saja menerima telepon dari sejumlah anak. Mereka menawarkan diri menjadi suporter kalian. " tambah Yogie.

Liz dan Dhelz bersorak.
" BAIKLAH, JADI KARENA SEMUA SETUJU, KITA SELESAIKAN MASALAH INI DI PERTANDINGAN BESOK " Ujar Pagi lantang sambil berjalan ke arah Erbit, lalu berlalu bersama Cha sambil menyeret mata2 itu.

HENING SESAAT

" BAIKLAH SEMUA, KITA PERSIAPKAN LATIHAN EXXTRA!!!!!!!!!!!!!!! " SERU Liz dan Dhelz berbarengan sambil mengepalkan tangannya ke atas.

Semua tertawa.
" PASTI! " Sahut semuanya sambil ikut mengepalkan tangan ke atas.
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````

Konflik part 4 :)

Posted in

" Apa? Pergantian pemain lagi? " Seru Cha sambil melepaskan pandangannya dari komputer.
Reaksi yg sudah diperkirakan oleh Erbit dan Yogie.
" Memangnya ada apa dgn Eja? " tanya Cha sambil tetap mengetik.
" Dia habis di ha... Awwww!!! " Rintih Erbit sambil memegangi kakinya yg diinjak Yogie.
" Dia ada kena kecelakaan " sahut Yogie sambil membungkam mulut Erbit yg mulai mencak-mencak.
" Akan kucoba, semoga saja si Pagi mau " ujar Cha sambil menghela napas.
Tiba-tiba Cha berbalik dan berkata,
" Ingat, jangan sampai ada pergantian lagi. " ucapnya mengingatkan.
" Oke bos! " balas Yogie sambil mengacungkan jempol dan menyeret Erbit pergi.
Cha menggaruk kepalanya.
" Sepertinya ada sesuatu yg gak beres nih. " ujar Pagi yang tiba-tiba databg dari arah belakang dan hampir membuat Cha terlonjak.
" Kau ini!! " seru Cha kesal.
" Bagaimana kalau kita selidiki? " ucap Pagi sambil melirik penuh arti pada Cha.
Cha hanya mengangkat tangan.
" Setuju "
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
" SIALAN KAU YOGIE! NGAPAIN PAKEK MBUNGKEM MULUTKU SEGALA! PAKEK DISERET LAGI! " Seru Erbit mencak-mencak saat melintasi taman bersama Yogie.
" Kau gila bila mengadu pada Cha. Karena, posisi tim kita saat ini tidak menguntungkan. " jawab Yogie kalem.
" TAPI.... "
" Bila kau mengatakannya, mau ditaruh mana muka Tim kita? Sudah begitu, tidak ada saksi yg melihat selain tim kita " potong Yogie sambil tetap memandangi pepohonan yang dilewatinya.
Erbit mengaruk-garuk kepalanya. " Betul juga sih. " jawabnya sambil meringis.

" Hei Erbit! Yogie! " tiba-tiba ada suara yg memanggil mereka.
Mereka berbalik.
Tampak Liz, Dhelz, Anisa, dan Chink mengejar mereka.
" Ada apa? " tanya Erbit ketika mereka berhasil menyamai langkah mereka.
" Kami mau menjenguk Benam dan Eja, kau mau ikut? " ajak Dhelz.
" Dimana Gerhana dan Cici? " tanya Yogie lagi.
" Mereka masih tidur. " timpal Chink.
Erbit geleng-geleng kepala.
" Dasar kebo " ujarnya sambil menggeleng.
" Jadi? ikut gak? " sahut Liz sambil melangkah ke arah RS tempat Benam dan Eja bersama Chink, Anisa, dan Dhelz.
" Tentu! " jawab mereka kompak, sambil mengikuti mereka.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
" Permisiii " ujar mereka kompak saat akan memasuki pintu ruangan.
Tampak Benam dan Eja di sana.
Raut muka mereka tampak lebih baik.
" Hei teman-teman! " sahut Benam, sambil melambaikan tangan.
Eja hanya tersenyum.

" Kami bawa buah nih " ucap Anisa sambil meletakkan keranjang buah di meja Benam dan Eja.
" Bagaimana keadaan kalian? " tanya Erbit, cemas.
" Tidak perlu secemas itu, kami baik-baik saja kok " timpal Eja, sambil mencoba duduk dari tempat tidur.
" Eja, kau belum boleh banyak bergerak. Tanganmu masih belum sembuh betul. " timpal seseorang.
Mereka menoleh ke sumber suara.
Rupanya Ashura.
" Hai semua " sapa Ashura sambil tersenyum.
" Hai! lama gak ketemu! " sahut Anisa dan Chink.
Yg lain hanya tersenyum.
" Aku mau ngomong sebentar sama kamu, Yogie. " ucap Ashura sambil menarik Yogie keluar.
" Ada apa ya? " bisik Benam pada Liz dan Dhelz.
Mereka hanya menggeleng.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
" Keadaan Benam sudah mulai membaik. Luka-luka di dalam tubuhnya sudah mulai pulih. Tinggal menunggu staminax saja. " ujar Ashura sambil berjalan di lorong Rumah Sakit.
" Begitu? " ucap Yogie sambil menghela napas lega.
" Tetapi lengan Eja masih cukup parah. Luka di dalam lengannya belum pulih. " sambung Ashura sambil menghela napas.
Yogie hanya memegangi kepalanya.
" Ini bisa agak panjang. " sahutnya.
" Jadi, dia harus mendiamkan lengannya, kalau tidak mau luka di dalamnya terbuka lagi. " timpal Ashura.
" Mengapa tidak di gips saja? " tanya Yogie kemudian.
" Dia tidak mau. Ktanya dia tidak mau terlihat lemah di hadapan teman-teman. Dia juga takut bila di gips, maka Erbit akan melabrak tim Yang. " jawabnya.
" Benar-benar " sahut Yogie sambil geleng-geleng kepala.

" Hei Yogie! Ashura! "
Mereka menoleh.
Tampak Gerhana, Cici, dan Ayu di hadapan mereka.
" Dimana kamar Benam dan Eja? " tanya mereka.
" Di pojok sana. Nomor 4b " jawab Ashura sambil menunjuk.
Buru--buru, mereka berlari ke arah sana. " Terima kasih! " ucap Cici sambil berlari.
Setelah mereka berlalu, Yogie hanya tersenyum.
" Benar-benar deh mereka itu " ucapnya lagi sambil beranjak pergi.
Sementara Ashura pergi ke arah ruang pasien lain.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
" Hari yg damai ya " ucap Chink sambil menghela napas.
" Iya, untuk sementara, tim Yang tidak mengusik kita. " sahut Ayu senang.
" Tetapi kita belum boleh santai. " timpal Dhelz tiba-tiba.
" Karena mereka masih berjaga-jaga di sekitar kita, iya kan? " ujar Liz sambil melirik.
" BUKAN BODOH! MAKSUDKU SOAL SUPORTER! " Seru Dhelz sambil menyeret Liz pulang.
" Kami pulang duluan! Mau ngumpulin Suporter lagi! " seru Dhelz pamit sambil menyeret Liz.

Gerhana hanya geleng-geleng kepala. " Dasar "
" Dengar-dengar, suporter yg selama ini mereka kumpulin, mulai membatalkan janjinya lho " sahut Anisa.
" Yang benar? " sambut Erbit kaget.
" Aku dengar hal ini kemarin. Saat sebelum kejadian Eja " jawabnya.
" Pantas saja Dhelz tampak begitu bingung. " ujar Gerhana.
" Bagaimana kalau kita membantu mereka? " usul Chink.
" Aku setuju! " sambut Gerhana, semangat.
" Eits, tapi para pemain tidak boleh ikut! " ucap Ayu.
" Yaaaaaaaaaah kok gitu " ujar Gerhana sambil cemberut.
" Kalian hanya perlu berlatih agar kerja keras mereka tidak sia-sia " timpal Anisa.
" Kalian ingin membuat kami senang kan? " sambung Chink.
Gerhana dan Erbit hanya berpandangan, lalu berteriak " Pastinya! "
" AYO KITA BERJUANG UNTUK TIM YIN! " Seru Erbit sambil mengepalkan tangannya ke atas.
" AYOOOO! " Sambut semuanya semangat, lalu tertawa senang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
" Untuk sementara, kubuat mereka tenang dulu. "
" Tapi ini belum berakhir "
" Ingat saja, TIM YIN! Kami pasti membuat malu kalian! "