Follow me on Twitter RSS FEED

Chapter 45

Posted in
Setelah terjadi drama , reuni , dan peristiwa terjatuhnya Neo dari atap , kini terlihat mereka sedang mengelilingi Neo yang sedang terlentang di lantai sambil memeluk gadis di sampingnya.
Wajah dan lengannya terlihat penuh luka dan memar , akibat melindungi gadis itu saat terjatuh tadi.
Sementara itu, raut wajah teman-temannya tampak cemas .
Iza pun terlihat duduk disamping Neo, berusaha menyembuhkan luka-lukanya.

" Gue ga apa-apa , mending kalian segera masuk, disini biar gue yang urus " ujar Neo sambil menolak uluran tangan dari Iza.

" Tapi neo , luka lo itu .. "

" Gue bilang MASUK ! " Bentaknya tidak sabar, membuat Iza dan teman-temannya terkejut.
Satria pun menghela nafas.

" Ya sudah kalau itu maumu " Sahut Satria sambil menarik lengan Iza, membuat teman-temannya terdiam.

" Lo serius mau ninggalin neo disini ? " bisik Juki.

" Mau gimana lagi kalau itu memang keinginannya , lagipula, kita memang sudah diburu waktu " balasnya, sambil berbalik arah , dan berjalan menuju gerbang yang berada di depannya.

Mau tak mau , semua pun mengikutinya. Walau sesekali, mereka masih melirik Neo dengan tatapan cemas.
Terlihat Neo menunduk sambil memandang gadis itu.

" Aku baru pertama kali melihat Neo seperti itu " bisik Iza kepada Nelve sambil berlari. Nelve mengangguk kecil.

" Ya, biasanya di basecamp, dia terlihat sebagai orang yang paling pendiam "

Setelah itu , terdengar suara Juki memanggil mereka agar mendekati pintu gerbang yang telah terbuka.
------------------------------------------------------------------------------------

Setelah berhasil membuka gerbang, bukannya cahaya lampu yang mereka dapat, melainkan kegelapan pekat, karena rupanya mereka disambut oleh lorong - lorong yang kedap cahaya dan dingin.
Sejenak, mereka terdiam.
Merasa ragu apakah harus terus berjalan atau tidak.

" Tunggu apalagi? Ayo cepat ! " Seru Satria .

Aitor tampak masih ragu.

" lo yakin mau masuk sat ? " Tanyanya meyakinkan.

" Ga ada waktu buat yakin-yakinan, emang lo ga tau waktu kita kurang berapa jam lagi sebelum jam 6 malam heh ? "

Mendengar itu, refleks semua pun mengecek jam tangannya masing-masing.

Tepat pukul 15.30

Itu berarti masih tersisa 2 setengah jam lagi.

" Bukannya masih cukup lama sat ? " Tanya Coco tak mengerti.

" Emang lo pikir , kita bakalan memerlukan waktu yang singkat untuk menggeledah menara air ini ? "

" Hah ? Menara air ? Jadi ini menara air ? " Ulang Philo bingung.

Mendengar itu , Satria hanya menghela nafasnya, sambil menggaruk kepalanya.
Pertanda kalau dia sedang mencoba bersabar.

" Phil, lo udah berapa lama bareng kita, sampe lo ga tau kalo ini menara air ? " Tanya Juki heran.
Philo hanya celingukan sambil sesekali menggaruk lengannya

"Lah serius , gue emang ga tau apa-apa soal ini "

" Kalo soal Iza ? " Celetuk Reihn usil.

" Sial lo Re " sahut Philo cepat, disusul suara tertawa oleh teman-temannya. Sementara Iza hanya tersenyum malu.

" Makanya jangan suka bolos waktu ada rapat dodol " sahut Rian sambil cekikikan

" Kalo Nelve sama Iza ga tau sih wajar, tapi kalo lo yg udah setengah tahun bareng kami ga tau , itu dodol namanya " Tambah Bima , membuat muka Philo semakin berwarna merah.

" Ah udah deh , daripada mojokin gue mulu, mending sekarang lo lo pada cerita soal itu ! " Sembur Philo kesal.

" Oke oke, jadi gini .. "

"Yang Kazuhiko katakan soal senjata rahasia desa Petir, ya menara air ini " potong Celeste tiba-tiba.

" Mereka bakalan meledakkan menara ini dengan sebuah bom kecil yang sudah mereka tanam di dalam tabung air "

" Dan begitu air-air ini meluap, maka dia akan meratakan semua desa yang ada di wilayah ini "

" Dengan begitu , mereka bisa membuat kerajaan baru "

" Emangnya ini lomba maraton sampe kalian ceritanya bersahut-sahutan begitu ? " Seru Juki kesal, karena perannya dalam bercerita direbut oleh teman-temannya.

" Bukannya air bisa dikendalikan oleh angin ? " tanya Phil tidak mengerti.

" Kau lupa, kalau para ketua desa sudah diculik oleh desa petir ? "

Oh iya ya


" Jadi intinya , hanya Satria yang bisa menghentikan rencana mereka , begitu ? " sahut Iza yang sepertinya mulai mengerti dengan rencana desa petir. 
Juki mengangguk.


" Eng, sebenarnya bukan hanya Satria, tapi juga kalian bertiga " Tambah Juki sambil menunjuk ke arah Nelve , Iza dan Reihn .


" Lah , kok gue juga kena ? Bukannya cuma Nelve sama Iza doang ? " Tanya Reihn bingung.


" Ya iyalah tembem , emang siapa lagi diantara kita yang punya skil penyerap kekuatan selain lo ? " Jawab Bima .


" Si Vigo ? " 


" Gue cuma bisa membalikkan serangan dodol " Sahut Vigo kesal.


" Oh, yaudahlah. Gue ngikut aja deh " Jawab Reihn pasrah.


" Oke , cukup acara ceramahnya, sekarang ayo kita masuk ! " Seru Rian mantap.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Catatan Hati Cinta Terpendam ._.

Posted in

Rindu yang tak terbalaskan adalah siksa kecil dunia, dan aku bisa merasakannya sekarang
Bagaimana dengan cinta yang tak terbalas ?
Well ...

Rasanya seperti laper, tapi males nyamperin tempat makan. Alias naksir, tapi males usaha.
Ish.
gue banget dah

Bukan karena males deketin sih, tapi aku cuma takut aja ngerasa GR
ngiranya dia suka, padahal kaga. Halah
Paitnya pait ...

Pinginnya sih kamu itu jangan terlalu menyenangkan jadi orang, nanti aku jadi nyaman dan berharap.
Tapi apa berani gue ngomong kaya gitu ?
Yg ada gue cuma ngeliatin lo dari jauh sepuas gue disaat lo lagi lengah.
Yah , siapa tau tidak ada kesempatan kedua.

Temanku sealu bilang ,
Sekali-kali cinta perlu diliburkan, supaya tidak kelelahan.
Yee , ngomong doang sih enak
tapi apa ada yang tau caranya?

Yang ada setiap gue ngeliat lo, gue selalu melakukan kebodohan-kebodohan kecil
Dan biasanya yang paling sering kulakukan sih,
Aku pernah berpura-pura bersikap wajar ketika kau lewat dan hatiku bergetar.
Rasanya ?
Seperti ada barang yang memang selalu kita cari-cari di depan kita, tapi ga bisa kita beli karena kita ga punya uang -___-

Dalam hal ini, uang itu bisa disamakan dengan "cinta" atau "hati" dari orang itu
Frontalnya
Seperti ada seseorang yang memang selalu kita cari-cari lewat di depan kita,
tapi ga bisa kita miliki karena kita ga punya hatinya
#jleb ...

And you want the truth?
I still have feelings for you. No matter how hard I try, a part of me just won’t let go

A Simple Past Letter :)

Posted in

Jember, 1 Mei 2012

Teruntuk dirimu
yang sempat berada di hatiku ;)

Hei, bagaimana kabarmu sekarang ?
Masihkah kau seperti dulu ?
dan yang paling penting
Sudahkah kau bersamanya ?
Tapi, sudah atau belumkah itu bukan masalah buatku,
Karena aku tahu, wajahmu itu pasti akan menarik berjuta kaum wanita disana
Apalagi kota kita berbeda
Jadi mana mungkin kau akan menoleh kepadaku ?

Ehm,
Bolehkah aku mengatakan sesuatu ?

Kemarin aku memimpikan kamu
Ya, mungkin kedengarannya klasik dan hanya sebagai kegalauan umum anak remaja labil semata
Seperti yang biasa kau katakan dahulu di obrolan terakhir kita
Orang dewasa sepertimnu takkan pernah mengerti
Atau kau hanya berpura-pura tidak mengerti ?

Di mimpi ku ,
Aku melihat kita sedang bersama
Kita berlari di tepi pantai,
tertawa di pinggir jalan,
dan ditutup dengan lambaian tanganmu di tengah kerlipan lampu jalan
Yang mungkin tidak akan pernah terjadi di sini.

Padahal aku saat itu sama sekali tidak mengingatmu
ataupun membuka akun jejaring sosialmu
Sungguh ! Aku benar-benar sudah melupakanmu saat itu.

Oke, mungkin nyaris.

Lucu ya ?
Disaat aku sudah hampir bisa melupakanmu, aku malah memimpikanmu tanpa sengaja.
Hal yang dulu sangat aku nanti-nantikan.
Apa Tuhan sedang mengujiku ?

Sampai kini aku masih mencari maksud dari mimpi tersebut
Walau sebenarnya sebagian besar dari mimpi itu telah menghilang dari memoriku
Tapi aku masih bisa merasakannya
Juga mengingat raut wajahmu disana
Ya, aku pasti tidak salah ingat
Karena walau aku hanya bertemu denganmu melalui jejaring sosial , aku sangat hafal dengan wajahmu itu.
Saat itu, kau tertawa dengan lepasnya, sambil memandangi kedua mataku dengan tatapanmu yang lucu.
Hingga membuat perasaanku yang dulunya berhasil aku hilangkan, meluap disaat itu juga.

Yah, lagi-lagi aku gagal.
Gagal dalam hal melupakanmu.
Sebal, sebenarnya apa sih istimewanya dirimu untuk hatiku, sehingga dia sulit sekali menghilangkanmu ?

Sampai kemudian, aku menyadari satu hal.
Lagu.
Ya, aku ingat
Semalam, aku tertidur sambil mendengarkan lagu yang dahulu sering kau nyanyikan
Yang ternyata secara tidak sengaja diputar oleh radioku
Ternyata lagu itu masih menyimpan semuanya.

My Wish :)

Posted in


Pernahkah kau merasa kesepian ?
Walaupun sebenarnya kau sama sekali tak memiliki alasan untuk itu
Ya, kau memiliki keluarga yang lengkap, lingkungan yang memadai , kondisi ekonomi yang baik, dan juga persahabatan, atau bahkan mungkin kekasih.
Tetapi, tetap saja, semua itu tidak bisa menjamin kalau kau tidak akan pernah merasa kesepian.
Seperti halnya aku, di lingkungan pergaulanku saat ini.
 
Dahulu, kami selalu bersama, juga saling tertawa dan bercanda.
Bahkan, tiada satu hari tanpa kata ejekan dari mulut kami semua.
Suasana hangat pun terasa, dan aku sangat menyukai itu.
Aku fikir, hal ini akan terus berlanjut.
Tetapi ternyata tidak.
 
Seiring berjalannya waktu, kami pun mulai berpisah.
Karena, sebagian besar dari kami sudah merasa menemukan dunianya masing-masing.
Begitu juga aku.
Tetapi terkadang, aku juga masih bergabung dengan mereka, mencoba untuk melakukan rutinitas seperti semula,
yaitu kembali bercanda seperti biasa, walau kini ada beberapa "orang baru" diantara kami.
Anehnya, meskipun mereka masih ada, dan tetap orang yang sama tetapi aku merasa, kalau posisiku sudah tergantikan oleh orang lain.
 
Aku menjadi merasa terasing.
Bahkan, mereka bisa tertawa dengan "penggantiku" itu dengan lepasnya,
hingga mereka lupa, kalau ada aku di tengah-tengah mereka.
 
Kau tahu ?
Bagiku hal yang paling menyakitkan adalah, ketika kau merasa diasingkan oleh orang-orang yang kau anggap sebagai teman.
Bayangkanlah, ketika kau merasa tiba-tiba tidak bisa berbaur dengan sahabat-sahabatmu, dan membiarkan mereka tertawa dengan bahagia, dengan atau tanpamu, seakan tak ada bedanya.
Sementara kau hanya bisa tersenyum lirih, karena kau menyadari, kalau kau tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.
Bahkan dimatamu, mereka seakan mereka sedang berkata " Siapa kau ? "
 
Menyadari hal ini, aku pun hanya bisa tersenyum sambil berkata lirih
" Jadi , walau tidak ada aku pun tidak apa-apa ya ? "
 
Sekarang, dari kejauhan, aku hanya bisa tersenyum memandangi mereka, sambil menghitung waktu yang tepat untuk menghilang dari mereka semua.
Mungkin hanya aku yang merasakan hal ini
Ya , hanya aku dan cuma aku
 
Tapi, kini kumantapkan hatiku, dan kucoba untuk tetap bertahan dan bersabar.
Kutebalkan mukaku, dan kutambahkan kesabaranku, sambil tetap berkumpul bersama mereka, seraya berdoa,


Ah, semoga semua yang aku tulis ini hanya perasaanku saja Tuhan :)


Chapter 44

Posted in
" Bagaimana kau bisa mengetahui namaku ? " Tanya gadis yang ternyata bernama Shera itu sambil berusaha melepaskan tangannya dari Neo.
Mendengar pertanyaan itu, Neo hanya tersenyum tipis.

" Apa kau benar-benar tidak mengingatku ? " Tanyanya Neo pelan.

" Gue penasaran, kalau memang dia pacar Neo, mengapa dia tidak mengingatnya ? " gumam Reihn heran.

" Kalau soal itu biar gue yang jelasin " Sahut Juki yang tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah mereka semua.
Melihat kehadiran Juki yang mendadak itu, membuat Reihn berteriak kecil sambil langsung menamparnya.

" Kampret, dateng-dateng bukannya disambut malah ditampar gue " keluh Juki kesal sambil meraba pipi sebelah kirinya. Sementara Bima yang berada di sampingnya hanya tersenyum sambil mati-matian menahan tawa.

" Elo sih datengnya tiba-tiba gitu ! " Sahut Reihn tak mau kalah.

" Sudah sudah. Juk, lo bisa ceritain apa yang terjadi di antara mereka ? " Lerai Satria.

" Itu sih gampang. Sebenarnya begini ceritanya "
---------------------------
(3 bulan yang lalu)

Siang itu, cuacanya cukup panas, karena hampir tidak ada satupun awan disana. Tapi, walau sinar teriknya tetap terpancar, hal itu sama sekali tidak membuat kedua manusia ini merasa kepanasan
Mereka justru saling berkejar-kejaran di antara padang ilalang sambil menikmati cahaya matahari yang terik tersebut.
Tampak sang gadis berlari sambil tertawa lepas. Sesekali, dia berbalik dan menjulurkan lidahnya kepada seorang lelaki di belakangnya. Sementara lelaki itu hanya tersenyum lebar sambil tetap mengejarnya.
Tampak aura bahagia terpancar dari keduanya.

Namun, tiba-tiba kaki gadis itu menginjak sebuah batu yang berlumut cukup lebat, sehingga membuatnya tergelincir ke arah belakang. Untungnya lelaki di belakangnya dapat dengan sigap menangkapnya dari belakang.

Ketika sinar matahari mengenai wajah mereka, terlihat kalau ternyata mereka adalah Neo dan Shera.

" Makanya kalau lari itu hati-hati, jangan asal injak aja " Ujar Neo sambil tertawa. Sementara Shera hanya tersipu sambil langsung mencubit pipi Neo dengan gemas.

" Iya iya , makasih ya " sahutnya pelan sambil kembali tersenyum lepas.
Setelah Neo membantunya untuk berdiri, mereka pun berjalan keluar dari padang ilalang tersebut, dan duduk di sebuah bukit.

Dari bukit itu, terlihat ada sebuah padang rumput luas, dan dikelilingi pepohonan di sekelilingnya.
Bila diperhatikan, rupanya padang rumput itu adalah tempat yang biasa digunakan oleh Satria dan yang lainnya untuk berlatih, sementara bukit yang tengah mereka tempati itu, adalah tempat ketika Reihn melihat Neo yang tengah bertarung melawan salah satu mata-mata desa petir dahulu.

Mereka pun lalu duduk di bukit itu sambil berpegangan tangan.

" Lihat Neo, menara itu terlihat cantik ya ? " Tanya Shera sambil menunjuk ke sebuah menara yang letaknya cukup jauh.
Terlihat ada beberapa sambaran petir di belakangnya.
Entah bagian mananya yang disebut "cantik" oleh gadis ini. Sementara di mata Neo, menara itu justru terlihat biasa saja.

" Aku ingin berada di sana. Mungkin, pemandangan yang terlihat daru puncak menara itu akan lebih indah dari yang terlihat di bukit ini. Bener gak ? " Tanya Shera dengan mata berbinar-binar.
Melihat mata itu, Neo pun hanya tertawa sambil membelai kepala Shera dengan lembut.

" Dasar. Kamu emang ga pernah berubah, selalu menyukai ketinggian " jawabnya gemas.

" Biarin ! Tapi, mulai besok, kita memang beneran harus pisah ya ? " Tanya Shera pelan. Sorot matanya terlihat tak rela.$0D

" Cuma sementara kok, lagipula, aku hanya mau mempelajari sihir cuaca lebih dalam aja, agar bisa lebih jago lagi dari kamu " Jawab Neo sambil menatap padang rumput yang berada di hadapannya.

" Tapi kan , "

" Begini saja, ayo kita berjanji " usul Neo sambil mengulurkan jari kelingkingnya kepada Shera.
Mendengar itu, Shera pun menggaruk kepalanya, tanda tak mengerti.

" Janji ? "

" Iya, janji kalau di antara kita sudah jago mengendalikan sihir ini, kita akan bertemu kembali di bukit ini " ujar Neo lagi.

" Baiklah, aku setuju " jawab Shera sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Neo.

----------------------------

" So sweet " Komentar Reihn sambil memegang kedua pipinya.

" Berasa lagi dengerin telenovela deh gue " Ujar Satria sambil meringis.

" Tunggu sebentar. Gue jadi mulai mengerti tentang hubungan mereka. Namun, setelah itu apa yang terjadi pada Shera? " Tanya Vigo tak mengerti.

Mendengar pertanyaan itu, Juki hanya menggelengkan kepalanya.

" Gue juga ga tau. Neo hanya bercerita kepada gue tentang hal ini saja. " Jawab Juki pelan.

" Lagipula, semenjak kehilangan kontak dengan pacarnya, sifat Neo juga mulai berubah " sambung Bima.

" Memangnya dulu sifat dia bagaimana ? " Tanya Chansey penasaran.

" Dahulu, dia orangnya sangat terbuka dan ramah. Namun sekarang, kalian tahu sendiri kan ? " Jawab Juki lagi.


" Jangan sembarangan , Aku bahkan tidak pernah bertemu denganmu ! " seru Shera lantang, yang langsung membuyarkan cerita Juki sambil masih berusaha menarik tangannya dari Neo. Mendengar itu, mereka pun langsung kembali menoleh kepada Neo.
Tampak, setelah dia berkata demikian, tiba-tiba Neo melepaskan pegangannya, dan membuat gadis itu menjadi terdorong ke belakang, tepat di tepi pilar.

" Shera ! Awas ! " Seru Neo sambil langsung berlari mendekatinya.
Namun, karena keseimbangan Shera sudah terlebih dulu goyah, mengakibatkan dia terjatuh ke bawah.
Melihat itu, Neo pun langsung mengejar dan menangkap lengannya.
Dia memegangnya dengan erat, hingga akhirnya mereka terjatuh ke bawah bersama-sama.

" Astaga, Neo ! " Seru Rian panik. Dia pun langsung berlari mendekati Neo, disusul dengan semua teman-temannya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Chapter 43

Posted in
Orang itu membuka penutup kepalanya, sehingga membuat rambut panjangnya menjadi terurai keluar.
Raut mukanya terlihat angkuh, sementara sorot matanya penuh dengan kebencian.
Bibirnya yang tipis itu pun tersenyum dengan sinis sambil memandangi Satria dan yang lainnya.
Melihat itu, tampak Rian , Reihn dan Vigo segera bersiaga sambil mempersiapkan sihirnya masing-masing.
Sementara Chansey hanya bersembunyi di belakang Neo yang tampak kaku.

Sejurus kemudian, tampak gadis itu melompat dari tempatnya semula dan menghilang , lalu muncul tepat di hadapan Satria.

" Aku tak percaya, bahkan mata-mata terbaik kami pun tidak bisa mengalahkan orang ini " gumamnya sambil menunjuk wajah Satria. Tampak dia tersenyum dingin.

" Menjauh dari Satria ! " Seru Aitor sambil mencoba untuk mengeluarkan skill jaringnya.
Tetapi, sebelum jaring itu sempat keluar, gadis itu tampak sudah kembali menghilang dan berada di tempatnya semula.
Kini, dia pun duduk di ujung pilar gerbang itu, sambil memandangi Aitor.

" Lebih baik kau bertapa dulu selama seratus tahun kalau ingin menyentuhku " ujarnya sambil tertawa sinis. Sementara Aitor pun hanya bisa menatapnya dari jauh sambil menahan geram.

" Sudahlah tor, dia cuma mau mancing emosi lu aja " Gumam Rian menenangkan.

" Baik, karena kebetulan aku sedang tidak ada pekerjaan, jadi mungkin lebih baik kalau aku bermain-main dahulu dengan kalian ya " Sahut gadis itu lagi sambil memutar-mutar telunjuk kirinya.
Melihat itu, sejenak Iza menjadi termenung untuk sesaat. Tetapi setelah itu, raut mukanya menjadi pucat dan segera melompat untuk mendorong Satria.

" Awas ! " teriaknya panik.

Setelah itu, terlihat ada sebuah petir yang menyambar tepat di tempat Satria berpijak pada awalnya.
Tampak Reihn dan Nelve langsung mendekati Satria dan membantunya untuk bangun.
Bila dilihat secara sekilas, tampak bekas tempat berpijak Satria itu terlihat sedikit berlubang dan terasa ada uap-uap panas di sana.
Satria hanya bisa termenung melihatnya.
Andai saja Iza tidak mendorongnya, mungkin dia sudah . .

" Oh, jadi kalian para gadis yang digosipkan itu ya ? " Ujar gadis itu sambil memegang dagunya, dan memandangi Iza, Nelve dan Reihn secara bergantian.
Setelah itu, dia pun langsung tersenyum licik.

" Baiklah, mari kita uji seperti apakah kekuatan para anak pemilik kekuatan legendaris itu " Serunya sambil kembali memutar-mutar telunjuknya dan menunjuk ke arah Iza.
Hal ini pun langsung membuat raut muka Vigo dan yang lainnya menjadi pucat.
Mereka pun langsung berlari ke arah Iza.

" Iza ! Cepat lari ! " Seru Vigo panik.

Namun, sebelum petir itu sempat keluar dari telunjuk gadis itu, tampak Neo sudah berada di hadapannya, sambil memegang tangan gadis itu.

" Hentikan Shera ! Kau sudah keterlaluan ! " Serunya lantang.

Tentu saja kejadian itu membuat teman-temannya tercengang. Mereka pun hanya bisa saling berpandangan setelah melihatnya.

" Tunggu sebentar, mengapa Neo bisa mengenal gadis itu ? " tanya Aitor tak mengerti.

" Aku juga tidak tahu " Jawab Chansey bingung.

" Aku tidak begitu mengerti, tetapi dahulu aku ingat, kalau dulu sebelum Neo bergabung bersama kita, dia selalu bersama seorang gadis. Dan kalau tidak salah, raut muka gadis itu hampir sama dengan raut muka gadis ini " Sahut Rian sambil mengerutkan keningnya.
Mendengar itu, teman-temannya pun langsung menoleh ke arahnya,

" Jadi ? Dia adik Neo ? " Tanya Iza kurang mengerti. Reihn menggeleng.

" Sepertinya tidak. Karena dulu aku juga pernah melihatnya. dan tatapan Neo selalu lembut ketika memandang gadis itu" Gumam Reihn.
Mendengar jawaban Reihn, kini giliran Vigo yang langsung menangkap arti dari kata-kata Reihn tersebut.

" Tunggu sebentar, jangan-jangan maksudmu itu .. "

" Yap, bisa jadi gadis itu adalah kekasihnya "
----

Lagu Itu

Posted in
Entah mengapa , setiap kali kuputar lagu itu , 
selalu muncul bayangan dirimu

Ketika lagu itu mulai mengalun dengan lembut
Aku pun memejamkan mataku
untuk menikmati semua kenangan yang muncul disana
yang tersembunyi di antara petikan gitar itu
terutama saat kita pertama kali bertemu

Setiap kata yang diucapkan oleh penyanyi itu, 
semakin menguatkan bayangan ini
dan membuatku semakin ingin kembali ke masa itu

Dan ketika suara penyanyi di lagu itu mulai meninggi
hatiku mulai bergetar , dan perasaanku pun menjadi semakin memanas
karena mulai terbayang raut wajahmu saat kita tertawa bersama dahulu

Dan ketika lagu itu berakhir
aku pun tertunduk lesu
Karena aku tahu kalau semua itu hanyalah kenangan semata .

Kau tahu ?,/div>
Lagu ini merupakan satu-satunya lagu yang selalu aku lewati, tetapi tidak pernah aku hapus
Karena setiap kali mendengarnya
aku selalu bisa merasakanmu kembali , juga dengan suasana itu.

Dan kau tahu ?
Meski sudah berulang kali ku putar , tetapi lagu ini selalu bisa membuatku tersenyum setiap kali aku mendengarnya
seperti halnya kau kawan . 

:)